Judul: Twinwar
Penulis: Dwipatra
Penyunting: Miranda Malonka
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 296 halaman
Tahun terbit: 2017
Blurb
Gara dan Hisa kembar identik. Penampilan kedua cowok itu
persis sama. Kerennya pun sama. Tapi minat dan kemampuan? Beda jauh! Gara
berotak encer dan kemampuan akademiknya gemilang. Sementara itu, Hisa jago
olahraga dan sederet trofi kejuaraan berhasil ia raih. Walaupun bersekolah di
SMA berbeda, persaingan mereka tak pernah surut.
Dalam keluarga mereka, ada satu aturan yang tidak boleh
mereka langgar. “Gara dan Hisa tidak boleh pacaran sebelum lulus SMA dan
diterima masuk di perguruan tinggi.” Kalau sampai aturan itu dilanggar,
konsekuensi yang akan mereka terima tidak main-main.
Kisah ini bermula ketika Hisa mengetahui ada foto cewek
di handphone Gara. Ya, diam-diam Gara memang berpacaran dengan Dinar.
Mendapati rahasia Gara, Hisa seolah mendapat senjata ampuh untuk
“menghancurkan” saudara kembarnya.
Jadi, siapa bilang saudara kembar nggak bisa perang?
Ulasan
Twinwar bercerita
tentang kehidupan Gara dan Hisa, saudara kembar yang selalu saja bertengkar.
Pembaca langsung disuguhkan persaingan mereka berdua dan dari sana sudah bisa
langsung ditebak bagaimana karakter keduanya.
Ketika Hisa
memiliki rahasia Gara, dia meminta kembarannya itu untuk menggantikannya dalam
ulangan sekolah. Yah, wajar sih. Hisa kan nggak pintar kayak Gara. Diancam
seperti itu, tentu saja Gara pasrah. Pertukaran peran pun dimulai. Namun,
inilah yang menjadi awal masalah demi masalah muncul kemudian dan semakin
pelik—sampai membuat salah satu dari mereka terluka dan juga mendapatkan skorsing
dari sekolah.
Sebelum membeli
novel ini, saya sempat membaca lima bab awal di Gramedia Digital dan langsung
suka. Gaya bahasa yang digunakan penulis sederhana, ringan dan begitu mengalir.
Interaksi antara Hisa dan Gara begitu natural dan persaingan mereka begitu
kental.
Ada banyak sekali
pesan moral yang terdapat dalam novel ini, begitu juga sindiran.
Dan yang
paling membuat saya puas adalah ketika tahu apa yang menyebabkan Gara dan Hisa
bertengkar. Jujur, saya sempat berpikir akan zonk, sempat khawatir
alasannya kurang kuat atau gimana... tapi ternyata itu nggak terjadi.
Alhamdulillah. Hihi. Pokoknya rapi banget.
Kalau ada yang
saya rasa kurang, itu adalah kemunculan tokoh bernama Akbar. Entahlah...
rasanya terlalu dipaksakan gitu sih untuk saya pribadi. Tapi secara
keseluruhan, saya suka.
Quotes Favorit
“Ketidakjujuran, sekecil apa pun, tetap merusak.” –hal.
154
“Lakukan aja yang terbaik yang kamu bisa. Hasilnya nggak
usah kamu pikirin dulu. Seburuk apa pun hasilnya nanti, kalau kamu udah
ngelakuin yang terbaik, akan jauh lebih mudah diterima dan disyukuri.” –hal.
166
Rating
Cover: 4/5
Tema: 3/5
Tokoh: 4/5
Konflik: 4/5
Gaya bahasa: 4/5
Overall: 3.8/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar