Selasa, 10 Juli 2018

[Review] Twinwar



Judul: Twinwar
Penulis: Dwipatra
Penyunting: Miranda Malonka
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 296 halaman
Tahun terbit: 2017


Blurb

Gara dan Hisa kembar identik. Penampilan kedua cowok itu persis sama. Kerennya pun sama. Tapi minat dan kemampuan? Beda jauh! Gara berotak encer dan kemampuan akademiknya gemilang. Sementara itu, Hisa jago olahraga dan sederet trofi kejuaraan berhasil ia raih. Walaupun bersekolah di SMA berbeda, persaingan mereka tak pernah surut.

Dalam keluarga mereka, ada satu aturan yang tidak boleh mereka langgar. “Gara dan Hisa tidak boleh pacaran sebelum lulus SMA dan diterima masuk di perguruan tinggi.” Kalau sampai aturan itu dilanggar, konsekuensi yang akan mereka terima tidak main-main.

Kisah ini bermula ketika Hisa mengetahui ada foto cewek di handphone Gara. Ya, diam-diam Gara memang berpacaran dengan Dinar. Mendapati rahasia Gara, Hisa seolah mendapat senjata ampuh untuk “menghancurkan” saudara kembarnya.

Jadi, siapa bilang saudara kembar nggak bisa perang?


Ulasan

Twinwar bercerita tentang kehidupan Gara dan Hisa, saudara kembar yang selalu saja bertengkar. Pembaca langsung disuguhkan persaingan mereka berdua dan dari sana sudah bisa langsung ditebak bagaimana karakter keduanya.

Ketika Hisa memiliki rahasia Gara, dia meminta kembarannya itu untuk menggantikannya dalam ulangan sekolah. Yah, wajar sih. Hisa kan nggak pintar kayak Gara. Diancam seperti itu, tentu saja Gara pasrah. Pertukaran peran pun dimulai. Namun, inilah yang menjadi awal masalah demi masalah muncul kemudian dan semakin pelik—sampai membuat salah satu dari mereka terluka dan juga mendapatkan skorsing dari sekolah.

Sebelum membeli novel ini, saya sempat membaca lima bab awal di Gramedia Digital dan langsung suka. Gaya bahasa yang digunakan penulis sederhana, ringan dan begitu mengalir. Interaksi antara Hisa dan Gara begitu natural dan persaingan mereka begitu kental.

Ada banyak sekali pesan moral yang terdapat dalam novel ini, begitu juga sindiran.

Dan yang paling membuat saya puas adalah ketika tahu apa yang menyebabkan Gara dan Hisa bertengkar. Jujur, saya sempat berpikir akan zonk, sempat khawatir alasannya kurang kuat atau gimana... tapi ternyata itu nggak terjadi. Alhamdulillah. Hihi. Pokoknya rapi banget.

Kalau ada yang saya rasa kurang, itu adalah kemunculan tokoh bernama Akbar. Entahlah... rasanya terlalu dipaksakan gitu sih untuk saya pribadi. Tapi secara keseluruhan, saya suka.

Quotes Favorit

“Ketidakjujuran, sekecil apa pun, tetap merusak.” –hal. 154

“Lakukan aja yang terbaik yang kamu bisa. Hasilnya nggak usah kamu pikirin dulu. Seburuk apa pun hasilnya nanti, kalau kamu udah ngelakuin yang terbaik, akan jauh lebih mudah diterima dan disyukuri.” –hal. 166


Rating

Cover: 4/5
Tema: 3/5
Tokoh: 4/5
Konflik: 4/5
Gaya bahasa: 4/5
Overall: 3.8/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar