Judul: Rahasia Pelangi
Penulis: Riawani Elyta dan Shabrina WS
Penerbit: Gagasmedia
Jumlah halaman: 326 halaman
Cetakan pertama, 2015
ISBN:979-780-820-3
BLURB
Katamu, ada pelangi setelah hujan.
Kau hadir, mengulurkan tanganmu.
Ajak aku melangkah, bersamamu.
Bisakah cinta menghilangkan rasa takut?
Juga memupuk rindu yang mulai bertunas di hati?
:::
Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta.
Namun, mereka tak pernah menduga ternyata cinta segelap
hutan di tengah malam.
Sementara bagi laki-laki itu, ia baru menyadari bahwa
hidup seperti hutan.
Jika tidak hati-hati, banyak ranting yang akan membuatmu
terluka.
Dalam gelap hutan, akankah pelangi terlihat sama
indahnya?
CUPLIKAN KISAH
Semasa kecil, Anjani pernah mengalami pengalaman buruk
yang berhubungan dengan gajah dan akhirnya trauma dengan hewan berbelalai itu.
Namun di kemudian hari Anjani malah bekerja sebagai mahout, perawat
gajah, untuk terlepas dari traumanya.
Meskipun pekerjaan tersebut tidak mudah, Anjani
menikmati. Apalagi ada Chay, mahout senior yang berasal dari Thailand
dan membuat hatinya selalu hangat.
Perasaan Anjani semakin jelas ketika Rachel datang.
Rachel adalah aktivis lingkungan yang bertugas meliput kegiatan Flying Squad
(tim patroli gajah latih). Sebelumnya, Anjani cukup akrab dengan Rachel.
Namun kemudian, ia melihat Rachel dekat dengan Chay. Apalagi Rachel dengan
mudahnya memberi instruksi kepada Indro (gajah latih Chay), padahal selama ini
Indro hanya menurut pada Chay. Karena rasa cemburunya itulah Anjani menjauh.
Bukan hanya menjauhi Rachel, tetapi juga Chay.
“Bukannya ada Rachel? Dan, dia juga sudah bisa akrab
dengan Indro, kan? Kenapa tidak dia saja yang kamu ajak?” – hal. 106
Sikap Anjani yang menjauh ini dirasakan pula oleh Rachel.
Akan tetapi, gadis berkarakter supel dan cuek itu tidak mau memikirkannya.
Rachel berusaha untuk tetapi berpikir positif.
Anjani tidak selamanya bisa menghindari Rachel. Itu
terjadi ketika tim mereka harus mengusir gajah liar yang masuk ke perkebunan
sawit warga. Mereka ke sana dengan menaiki Beno, gajah yang Anjani latih.
Dan sesuatu yang buruk terjadi pada Rachel. Membuat
Anjani merasa bersalah, dan membuat Rachel menutup diri.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Penasaran?
REVIEW
Sebenarnya, ini adalah buku lama. Saya baru membaca
karena sebelumnya sedikit pesimis dengan temanya. Alam. Gajah. Hmmm, bukan
sesuatu yang istimewa. Tetapi karena akhirnya penasaran juga, akhinya saya
membaca buku ini.
Dan saya menyesal.
Menyesal karena menunda membacanya. T.T
Buku ini ... KEREN!! BAGUS!! TOP BGT!!
Serius.
Novel bertema alam saya rasa cukup jarang diangkat oleh
penulis. Dari sekian banyak buku yang sudah saya baca, seingat saya ini
satu-satunya novel yang membicarakan alam dan binatang.
Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama sisi
Rachel dan Anjani secara bergantian, novel ini dikemas dengan sangat rapi.
Tidak terjadi tumpang tindih karena dua sudut pandang yang digunakan. Bahkan
perbedaan karakter mereka terasa jelas. Rachel yang supel, cuek, dan gesit.
Sementara Anjani yang kalem, sensitif, dan penuh kehati-hatian. Kontras sekali,
namun mereka saling melengkapi.
Konflik dalam novel ini bukan hanya percintaan biasa,
tetapi juga tentang bagaimana seharusnya manusia menjaga alam dan tidak merusak
habitat makhluk lainnya. Gajah yang datang dan memakan tanaman warga, itu
karena habitat gajah yang diambil oleh manusia yang tamak.
Sisi percintaan
dalam novel ini benar-benar dewasa. Bukan berarti ada adegan 17+ ya, tetapi
bagaimana setiap tokohnya menyikapi cinta dengan dewasa. Tidak ada jalan-jalan
berdua ke mal, tidak ada nonton bareng ke bioskop lalu pulang larut, atau
interaksi lainnya yang sering saya temukan di novel-novel.
Dengan menggunakan gaya bahasa yang ringan, novel ini
cukup mudah dimengerti. Plotnya pun terjalin rapi. Tidak ada plot hole.
Tidak ada sesuatu yang tidak penting. Semua dalam novel ini penting dan PAS.
Hanya saja, saya merasa agak lelah dengan narasi yang
terlalu panjang. Saya tipe pembaca yang lebih suka dialog dan sering bosan jika
membaca narasi lebih dari tiga paragraf. Ini selera saja sebenarnya, dan saya
tidak menganggap ini kekurangan.
QUOTES
Ada banyak sekaliii quotes dalam novel ini. Di
setiap awal bab, selalu ada kata-kata keren yang bisa dikutip. Tetapi saya
hanya akan mencantumkan beberapa.
- Kita tak bisa melarikan diri dari masa lalu. (hal. 5)
- Alam memberi banyak hal daripada yang ia dapatkan. Sementara, kita mencari banyak alasan untuk memberi pada alam. (hal. 7)
- Saat kerikil datang, cinta bisa bermetamorfosis menjadi rasa yang berbeda, dan jaraknya hanya tinggal selapis kertas dengan rasa benci. (hal. 109)
- Perasaan tidak pernah bisa dianalogikan dengan dua kali dua hasilnya pasti empat. (hal. 109)
- Siapa yang berani ngomong, harus berani menanggung akibatnya. (hal. 125)
- Prasangka bisa mengubah setitik bara menjelma kobaran yang tak terduga. (hal. 129)
- Semua hewan yang ada di arena sirkus adalah bukti nyata dari ekspliotasi manusia terhadap mereka. (hal. 134)
- Jika hutan aman, penghuninya akan merasa nyaman, dan manusia pun akan merasa tenteram. (hal. 142)
- Semakin lama kamu membiarkan dirimu terpuruk, semakin sulit buat kamu kembali bangkit. (hal. 250)
- Jika kita terus-menerus menyalahkan diri akan sesuatu di luar jangkauan kita, bukankah itu sama artinya dengan kita meragukan Tuhan? (hal. 257)
- Ada hal-hal yang terjadi di luar jangkauan kita. (hal. 265)
RATING
Cover: 4/5
Tema: 5/5
Karakter tokoh: 5/5
Gaya bahasa: 4/5
Plot: 4/5
Overall: 4.5/5
