Judul: The Sun is Also a Star
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penerbit: Spring
Jumlah halaman: 384 halaman
Tahun terbit: 2017
ISBN: 978-602-60443-6-5
Blurb
Natasha
Aku hanya seorang gadis yang hanya percaya pada sains dan
fakta. Peduli setan dengan takdir, atau cita-cita yang tak akan pernah jadi
nyata. Aku jelas-jelas bukan gadis yang bisa jatuh cinta pada seorang pemuda
yang kutemui secara acak di jalanan Kota New York. Belum lagi ketika keluargaku
akan dideportasi kembali ke Jamaika dalam hitungan dua belas jam. Jatuh cinta,
tidak akan pernah menjadi bagian dalam kisahku.
Daniel
Aku selalu menjadi anak yang baik, siswa yang baik,
menjalani ekspektasi orangtuaku yang tinggi. Tidak pernah menjadi memimpi,
apalagi penulis puisi. Tapi saat aku melihat gadis itu, aku melupakan semuanya.
Sesuatu tentang Natasha membuatku berpikir bahwa takdir memiliki sesuatu yang
luar biasa ... bagi kami berdua.
Cuplikan Kisah dan Review
Sebelum kita mulai membahas sedikit tentang novel ini,
izinkan saya untuk berterima kasih kepada Penerbit Spring yang telah
memercayakan saya menjadi host blogtour The Sun is Also a Star. 😊
Kisah dimulai ketika Natasha dan keluarga bersiap untuk kembali ke Jamaika, asal mereka, setelah ketahuan menjadi penduduk ilegal di Amerika. Natasha mencoba untuk mencari bantuan agar mereka tidak dideportasi. Dia lalu mendapatkan kartu nama seorang pengacara terkenal dan mencoba untuk ke sana.
Kalau kemungkinan yang
kecil hanya satu-satunya kesempatanmu, kau harus memanfaatkannya. –hal. 46
Dalam perjalanan menuju kantor pengacara itulah Natasha
bertemu dengan Daniel. Lebih tepatnya, Daniel yang pertama melihat Natasha. Daniel
diceritakan sebagai laki-laki keturunan Amerika-Korea yang lahir di New York,
penyuka puisi, dan harus melakukan wawancara di Universitas Yale untuk masuk
sekolah kedokteran, seperti yang diinginkan orangtuanya.
Singkat cerita, mereka berkenalan. Daniel mengajak
Natasha minum. Mereka pun memasuki kedai kopi dan mulai saling bertukar cerita.
Di sinilah terlihat perbedaan karakter mereka. Natasha sangat realistis,
sementara Daniel sebaliknya. Meski menyadari perbedaan itu, Daniel tidak begitu
saja hilang feeling. Dia malah semakin tertarik.
Pertama-tama, aku
tidak suka hal-hal yang sifatnya sementara dan tidak dapat dibuktikan, dan
cinta romantis adalah sesuatu yang sifatnya sementara sekaligus tidak dapat
dibuktikan. –hal. 91
Natasha bisa melihat ketertarikan Daniel padanya dan dia
mengingatkan Daniel untuk tidak jatuh cinta. Tapi Daniel yakin dapat membuat
Natasha jatuh cinta.
Bagaimana kalau aku
memberitahumu bahwa aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku secara ilmiah? –hal.
94
Hubungan Daniel dan Natasha lambat laun semakin dekat. Mereka
makan bersama, karaoke, dan akhirnya bertengkar saat Natasha mengatakan mereka
tidak akan mungkin bersama. Sejak awal Natasha tidak mengatakan bahwa dia akan
dideportasi malam itu. Daniel marah dan mereka bertengkar.
Yap, saya rasa untuk cuplikan kisahnya tidak perlu terlalu banyak supaya kalian penasaran dengan novel ini. 😁
Ini adalah kali kedua saya membaca tulisan Nicola Yoon,
setelah Everything, Everything. Kesan saya saat mendapatkan novel ini
tentu saja antusias dan buru-buru ingin membaca. Saya yakin akan mendapatkan
semacam “ketenangan” saat membacanya dan benar, novel ini punya sesuatu yang
berbeda. Idenya menarik dan unik. Tentang Natasha, gadis yang sangat realistis
dan tidak percaya takdir, dan Daniel, kebalikannya.
Karakter Natasha dan Daniel benar-benar terasa nyata. Terlihat dari bagaimana mereka berdialog dan cara mereka berpikir. Di awal-awal, saya merasa alurnya agak slow karena sepertinya memang gaya Nicola Yoon menulis adalah santai dan tenang, konflik tidak menggebu-gebu. Tetapi akhirnya ... saya menemukan sesuatu!! Pertengkaran Natasha dengan Daniel benar-benar menegangkan! Begitu juga pertengkaran Natasha dengan ayahnya. Masalah-masalah itu membuat novel ini terasa lebih hidup dan emosi ikut meningkat. Saya yang tadinya membaca sambil tiduran sampai duduk saat mereka bertengkar karena emosi ikut keluar.
Selain itu, ada hal menarik yang saya temukan dalam novel ini. Apa itu??
Itu adalah ... penggunaan POV dan penyajian bab.
Nicola Yoon menggunakan POV 1 untuk tokoh Natasha dan Daniel secara bergantian, dan POV 3 untuk tokoh lainnya. Bukan hanya itu, novel ini juga menyajikan bab berisi informasi-informasi kepada pembaca, seperti mengenai rambut, multiversum, cinta, takdir dan yang lainnya, membuat saya tidak bosan membacanya. Benar-benar unik! Saya merasa ada pengetahuan baru yang didapat dari novel ini. Kereeen!! Terima kasih Nicola Yoon. 😊
Jangan pikir novel ini hanya kisah percintaan biasa, tidak. Novel ini juga membahas tentang rasa kekeluargaan (saya tidak menceritakannya karena khawatir review akan sangat panjang), kepercayaan, harapan, perjuangan, dan juga mengajarkan kita untuk mensyukuri apa yang kita alami. Ada hukum sebab-akibat atas apa yang terjadi saat ini. Seperti yang dialami oleh Natasha dan Daniel.
Secara keseluruhan saya menyukai novel ini karena begitu unik dan banyak quotes keren. Hanya saja saya kurang sreg dengan proses jatuh cinta yang begitu cepat. Ya, meskipun saya bukan tidak percaya cinta pada pandangan pertama, tapi rasanya meyakini orang yang kita anggap cinta pada pandangan pertama adalah jodoh terlalu ... terburu-buru (?).
Tapi itu bukan masalah, karena itu selera. Novel ini tetap saya rekomendasikan untuk kalian yang suka kisah manis dan unik. 💖 Dan untuk yang masih mencoba membaca novel terjemahan, tidak perlu khawatir membaca novel ini karena bahasanya cukup ringan. 😊
Quotes
Saat berbagi quotes. Yeay!! Sekadar info, untuk
kalian pembaca yang suka quotes, novel ini menyimpan banyak quotes keren, lho. Saya
sebutkan beberapa, ya. Ini juga sudah banyak, sih.. 😊
➤ Jangan biarkan kesombongan mengalahkanmu. (hal. 30)
➤ Ada alasan di balik semua yang terjadi. (hal. 44)
➤ Hal baik terjadi pada orang baik. (hal. 44)
➤ Penolakan bukan sesuatu yang mudah. (hal. 53)
➤ Kau tidak bisa membuat orang lain jatuh cinta
begitu saja, kan? (hal. 96)
➤ Kita tidak bisa memuaskan semua orang. (hal. 108)
➤ Semua orang sesekali kalah dalam sesuatu. (hal. 130)
➤ Kadang-kadang kebenaran bisa lebih menyakitkan dari yang
kau kira. (hal. 131)
➤ Sulit menyayangi seseorang yang tidak balas menyayangimu.
(hal. 173)
➤ Tidak ada yang salah dengan memiliki mimpi. (hal. 220)
➤ Kau tidak bisa menjalani kehidupan orang lain. (hal. 224)
➤ Tindakanmu menentukan takdirmu. (hal. 228)
➤ Mimpi tidak akan pernah mati meski si pemimpi sudah mati.
(hal. 240)
➤ Hidup tidak memberikan semua yang kau inginkan. (hal. 361)
Rating
Cover: 4/5
Tema: 4/5
Karakter: 4/5
Plot: 3.5/5
Overall: 4/5
Giveaway
Yap, sekarang saatnya giveaway, yeay!! Pasti pada
penasaran kan, sama novel The Sun is Also a Star ini? Nah, akan ada satu
eksemplar novel ini gratis untuk pemenang. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mengumpulkan
kepingan puzzle dari setiap host. Kepingan dari saya adalah ...
Untuk tahu kepingan berikutnya, kalian kunjungi blog host
berikutnya, ya. Berikut jadwal host lainnya:
Semua kepingan dikumpulkan di fanpage Penerbit
Spring di akhir periode. Rules akan dijelaskan lebih lanjut di sana. Selamat berburu kepingan puzzle, Teman-teman. Semoga beruntung. 😉



