Jumat, 08 September 2017

[Review] A Man about Town



Judul: A Man about Town
Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Siti Solehatin
Penerbit: Haru
Jumlah halaman: 384 halaman
Tahun terbit: Juli, 2017

Blurb

Kadang, ada juga yang terlahir sebagai playboy sepertiku.

Aku seorang playboy yang selalu mendapatkan cinta dari siapa pun.
Suatu hari, seorang wanita cantik dan anggun ingin menjodohkan anak gadisnya denganku. Aku sangat menantikan pertemuan itu. Namun, aku dilanda kekecewaan.
Dari rambutnya yang diikat sembarangan, kacamata yang menggantung di hidungnya, dan pipinya yang tembam, dapat disimpulkan bahwa wanita ini bukan tipeku.
Namun, seorang playboy harus mengukir kenangan indah bagi siapa pun. Aku tetap memujinya dan mengucapkan kata-kata manis.
Anehnya, gadis ini bergeming. Dia tak goyah sedikit pun oleh rayuanku, bahkan meledekku. Apa boleh buat, aku menjadi tertantang.

“Aku ingin menjalin hubungan denganmu.”
“Terima kasih karena tertarik padaku. Tapi aku tidak tertarik sedikit pun padamu,” jawabnya.

Sungguh sial. Lihat saja nanti, aku pasti bisa menaklukkannya.


Cuplikan Kisah dan Review

Seperti pada blurb di atas, novel ini berkisah tentang playboy yang dijodohkan dengan gadis biasa saja. Playboy itu bernama Kim Ha Kyung yang memiliki senyum memikat, sementara lawannya adalah Lee Min Ju, seorang fotografer.
Kesan pertama yang Ha Kyung dapatkan saat bertemu Min Ju adalah, dia tahu gadis itu bukan tipenya. Meski begitu, dia berusaha untuk tetap bersikap manis. Bagaimanapun juga, dia harus memenangkan hati Min Ju yang terus menerus bersikap sinis.

“Sangat mahir. Sudah berapa lama Anda melakukannya? Maksud saya kelakuan playboy seperti itu.” –hal. 20

Pertemuan demi pertemuan kembali terjadi. Seperti yang sering dikatakan banyak orang, cinta bisa tumbuh jika saling bertemu, tampaknya ini memang terjadi pada mereka berdua. Buktinya, ketika Min Ju dan Ha Kyung makan di restoran lalu ada banyak perempuan yang melirik Ha Kyung bahkan menyapa lelaki itu, Min Ju tidak suka. Tapi seorang Lee Min Ju berjanji untuk tidak takluk pada playboy itu.

“Kenapa hatiku terbakar?” –hal. 58

Ha Kyung pun mulai sering datang ke studio tempat Min Ju bekerja. Di sana, dia melihat Min Ju begitu akrab dengan Sang Hyuk—model muda yang tampan. Tanpa sadar, dia merasa Sang Hyuk adalah saingannya.

“Apakah dia tipe yang disukai Min Ju? Laki-laki itu?” –hal. 97

Suatu hari, Ha Kyung berjanji pada kakaknya, Sang Kyung, akan datang ke rumah membawa wanita. Dan dia membawa Min Ju. Itu adalah kali pertama dia membawa perempuan ke rumah. Min Ju disambut baik di sana, hanya saja dia tidak nyaman dengan tatapan Hye Won, tunangan Sang Kyung.
Hubungan Ha Kyung dengan Min Ju pun semakin lama semakin dekat. Meskipun terkadang Ha Kyung pergi jauh selama beberapa lama, mereka tetap berkomunikasi lewat telepon. Namun kesalahpahaman pun terjadi. Hubungan mereka menjauh. Ha Kyung menyibukkan diri di Busan, dan Min Ju gelisah karena lelaki itu tidak mengabarinya. Tidak tahan menunggu Ha Kyung lebih lama, Min Ju pun menyusul ke Busan. Tetapi di sana dia malah bertemu dengan Hye Won. Masalah semakin besar.
Bagaimana kelanjutannya? Penasaran? Hihi. Pokoknya kalian baca saja novelnya. :D

Ini adalah novel Hyun Go Won yang pertama kali saya miliki. Tema yang diambil sebenarnya sudah sering muncul di televisi, tentang cowok tampan yang kaya raya, playboy, jatuh cinta pada cewek biasa. Tetapi menonton tentu saja berbeda dengan membaca. Jadi meski temanya umum, saya sangat menikmati membaca novel ini.
Dengan menggunakan POV ketiga serbatahu, penulis berhasil membuat pembaca mengetahui semua yang dirasakan tokohnya. Kebetulan tokoh di sini cukup banyak, dan untuk saya yang hanya sesekali membaca novel Korea agak susah mengingatnya. Tapi tenang, cerita fokus ke empat tokoh kok: Ha Kyung, Sang Kyung, Min Ju, dan Hye Won.
Karakter Min Ju yang sinis benar-benar kuat. Saya tidak bisa untuk tidak tertawa saat mereka berdebat. Ibaratnya, Min Ju akan punya sejuta kalimat yang menohok hati untuk diucapkan. Dan karakter Ha Kyung yang playboy pun terasa. Saya cukup sering menonton drakor, jadi amat sangat terbayang bagaimana sikap Ha Kyung kepada perempuan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya benar-benar manis.

Yang tidak terelakkan adalah takdir kita berdua. –hal. 59

Jangan khawatir. Aku akan menjagamu. –hal. 68

Ketampananku hanya untukmu. –hal. 100

Aku ingin terus menatapmu. –hal. 154

Nah lho, gimana perempuan nggak meleleh kalau ada cowok tampan dan punya senyum memikat bicara seperti itu?
Alurnya tidak terlalu cepat maupun lambat, pas. Dan konfliknya cukup hidup. Membuat saya sebal sekali kepada Hye Won. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai novel ini. Saya hanya sedikit terganggu dengan nama tokoh yang mirip-mirip dan narasi yang mengulang dialog saja. Di luar itu, saya menyukai novel ini. ^^

Quotes

Berhati-hatilah dengan yang kau inginkan. (hal. 147)

Apakah dengan berbicara, masalah antara seorang laki-laki dan perempuan bisa selesai? Meski bukan hal yang mudah, tapi paling tidak harus dicoba. (hal. 225)

Satu-satunya cara untuk melupakan cinta lama adalah menemukan cinta yang baru. (hal. 238)

Terkadang cinta memang memperlihatkan kekuatannya di saat-saat yang tidak terduga. (hal. 247)

Anak-anak memang terkadang bisa sangat pintar. Meski tidak berkata apa pun, tapi terkadang mereka bisa merasakan dan memahami apa yang dirasakan orangtuanya. (hal. 282)

Karena cinta, rasanya bahagia hanya dengan bersamanya. (hal. 283)

Tidak ada yang gratis di dunia ini. Cinta pun tidak bisa didapatkan tanpa usaha. (hal. 337)

Rating

Cover: 4/5
Tema: 3/5
Tokoh: 4/5
Plot: 3/5
Gaya bahasa: 3/5

Overall: 3.5/5