Judul: Sepertiga Malam di Manhattan
Penulis: Arumi E
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 276 halaman
Blurb
Empat tahun sudah Brad Smith dan Dara Paramitha berumah
tangga. Walau buah hati belum hadir dan Brad sering bertugas jauh selama
berhari-hari, keharmonisan rumah tangga mereka tetap terjaga. Namun pada suatu
hari, perkenalan Brad yang berprofesi sebagai pianis musik klasik dengan
seorang gadis pemain harpa asal Belanda keturunan Jawa, mengubah segalanya.
Bagi Brad, konser di Wina—Austria itu tak beda dengan
konser musik klasik lain. Tak demikian bagi Vienna van Arkel. Pertemuan dengan
Brad membuatnya terpikat. Gadis itu nekat menyusul Brad ke New York agar dapat
bergabung dalam orkestra yang sama.
Pada suatu kesempatan, Dara memergoki Brad duduk berdua
dengan Vienna. Seberapa keras Brad meyakinkan bahwa Vienna hanya rekan
musiknya, Dara tak bisa langsung percaya. Apalagi Vienna secara terang-terangan
mengaku jatuh cinta pada suami Dara itu.
Tak dinyana, cobaan lain hadir. Kegelisahan Dara karena
belum juga hamil membawanya pada satu kenyataan pahit yang bisa memengaruhi
masa depannya bersama Brad. Keraguan pun melanda: sanggupkah Brad tetap setia
dan tidak tergoda tawaran Vienna?
Di sepertiga malam, doa-doa panjang Dara lantunkan;
akankah Dia berkenan mengabulkan?
Kilasan Kisah dan
Ulasan
Rumah tangga yang langgeng itu nggak terjadi
begitu saja. Itu butuh usaha keras. Salah satunya, butuh pasangan yang saling
jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama. orang yang sejak awal sudah
membuatnya mengucapkan sumpah setia. –hal. 52
Novel ini adalah kelanjutan dari novel Hatiku Memilihmu
yang sebelumnya sudah pernah saya review di sini.
Sepertiga Malam di Manhattan berkisah tentang kehidupan
Dara dan Brad setelah empat tahun menikah, namun belum dikaruniai anak. Di Manhattan, Dara bekerja sebagai pengajar di Sekolah Matahari,
sedangkan Brad tetap menjadi pianis. Karier Brad semakin baik dan dia pun
sering konser di berbagai tempat sampai tidak jarang meninggalkan Dara selama
beberapa waktu.
Dalam sebuah konser di Wina, Brad bertemu dengan Vienna, pemain
harpa asal Belanda, tapi darah Indonesia mengalir di tubuhnya. Vienna sangat
tertarik pada Brad. Bahkan, meskipun dia tahu Brad sudah menikah, dia tidak
menyerah. Perjuangannya ini dibuktikan dengan kedatangannya ke Manhattan untuk
bisa bergabung dengan orkestra yang sama dengan Brad.
Sampai suatu hari, Dara memergoki mereka berdua. Dara tentu
saja marah besar, tetapi Vienna sama sekali tidak merasa bersalah. Vienna
memang keras kepala. Dia bahkan dengan terang-terangan mengakui perasaannya terhadap
Brad kepada Dara.
Kalau dilihat dari sisi tema, tentu sudah banyak novel
yang bertema seperti ini, di mana pernikahan dua orang yang saling mencintai
diganggu pihak ketiga. Namun, saya merasa novel ini dieksekusi dengan cukup
baik oleh Mbak Arumi.
Gaya bahasanya mengalir dan ringan, jadi tidak sulit
diikuti. Bab-nya cenderung pendek-pendek, dan yah saya suka itu. Ditambah lagi,
ada banyak quotes di dalamnya.
Konfliknya lebih kompleks dari novel-novel sebelumnya,
dan karakter tokohnya konsisten. Yah, secara kan ini sequel, dan jarak
terbitnya cukup lama. Jadi, ketika saya merasakan kekonsistenan itu, saya
merasa kagum. Apalagi ada Vienna, tokoh baru dengan karakternya yang keras.
Ini bukan kali pertama saya membaca karya Mbak Arumi dan
lagi-lagi saya dibuat jatuh suka dengan unsur religi yang dimasukkan ke dalam
tulisannya. Meski sekilas tampaknya novel ini romance biasa, tetapi sebenarnya
ada nilai-nilai Islami yang dimuat dan tidak terkesan menggurui.
Hanya saja, saya agak terganggu di beberapa bagian.
Pertama, pengulangan narasi di bab-bab awal. Sayangnya, lupa saya tandai
halamannya. L
Lalu, porsi Vienna saya rasa kurang banyak. Kemunculannya
di Indonesia juga menurut saya kurang natural. Tapi, di luar semua itu saya
sangat suka novel ini. Malah, kalau membandingkan dengan karya Mbak Arumi yang
sebelum-sebelumnya sudah saya baca, saya lebih suka iniii.
Allah yang paling tahu saat terbaik untuk
hamba-Nya. Yang perlu kita lakukan hanya bersabar dan tetap percaya. –hal. 274
Rating
Cover: 4/5
Tema: 3.5/5
Gaya bahasa: 4/5
Konflik: 4/5
Plot: 3.5/5
Overall: 3.7/5
