Judul Buku: The Girl on Paper
Penulis: Guillaume Musso
Penerjemah: Yudith Listriandri
Penerbit: Spring
Tebal: 448 halaman
Blurb
Gadis itu terjatuh dari dalam buku.
Hanya beberapa bulan yang lalu, Tom Boyd adalah seorang penulis miliader yang tinggaldi Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore. Namun, setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya, menderita writer's block parah, dan tenggelam dalam alkohol dan obat terlarang.
Suatu malam, seorang gadis asing yang cantik muncul di teras rumah Tom. Dia mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang terjatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak dalam buku terakhir Tom.
Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Jika Tom mau menulis novel agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali.
Tidak ada ruginya, kan? Iya, kan?
___________________________
Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku terjemahan Prancis. Dan juga, saya belum lama mau membaca novel terjemahan. 'Virus' ini ditularkan oleh salah seorang sahabat dunia maya saya dari Jogja yang sangat menyukai novel-novel terjemahan.
Novel ini memiliki cover yang okeeeeeeeeeeee bangeeeeetttt!!! Sukaaaakkkk!! Dan bookmark-nya juga lucu. Selalu suka sama bookmark Penerbit Spring sih, sebenernya. Selalu oke. Beda dari yang lain. Hehehe.
Semula saya memang bisa dibilang anti dengan novel atau buku terjemahan. Entah ini karena waktu kuliah saya baca novel terjemahan (Arab) dan membingungkan, atau memang hanya karena saya tidak terbiasa. Bagi kalian yang sama seperti saya, masih pemula dalam melahap novel terjemahan, jangan khawatir. Novel The Girl on Paper ini bahasanya sangat ringan, kok.
Bercerita tentang Tom, seorang penulis yang gara-gara patah hati karena ditinggalkan Aurore, seorang pianis, hingga mengalami WB (Writer's Block). Hidup Tom amat sangat berantakan sejak ditinggalkan oleh Aurore. Meski begitu, ia mempunya dua sahabat yang amat menyayanginya--Milo dan Carole.
Suatu hari, Tom dikejutkan oleh kemunculan seorang gadis yang mengaku Billie--tokoh dari buku terakhirnya yang mengalami kesalahan cetak. Dari lima ratus halaman novel Tom, yang tercetak hanya setengahnya. Dan itu terhenti di halaman 266, pada sebuah kalimat yang belum selesai:
Billie menyeka matanya yang menghitam oleh lelehan maskara.
"Kumohon, Jack, jangan pergi seperti ini."
Namun, pemuda itu sudah mengenakan mantelnya. Ia membuka pintu tanpa sekalipun menatap kekasihnya.
"Kumohon," seru gadis itu, jatuh
Meski Tom berusaha untuk tidak percaya, namun Billie berhasil membuktikan bahwa ia memanglah Billie yang ada dalam novel. Karakter yang dibuat Tom dan ingin kembali ke dunianya. Dan hanya Tom yang bisa membantunya dengan cara menulis kembali. Hingga akhirnya mereka melakukan perjalanan panjang dan terciptalah sebuah kesepakatan seperti yang terdapat dalam blurb. Tom mengembalikan Billie ke dunia-nya, dan Billie akan membuat Tom kembali pada Aurore.
Konflik semakin seru saat Billie sakit. Rambutnya mendadak menjadi putih. Ia juga memuntahkan sesuatu yang seperti tinta. Ini membuat Tom panik. Dan saat diperiksa, sesuatu mencengangkan bagi Tom karena disimpulkan oleh Milo bahwa Billie akan kembali menjadi karakter di atas kertas. Dunia fiksi ingin mengambil kembali apa yang menjadi haknya.
Jelas saja Tom panik. Apalagi saat sebuah e-mail mengabarkan bahwa pihak penerbit sudah menghancurkan pada seluruh buku volume kedua Tom yang cacat. Totalnya 99.999. Masih terisa satu buku yang menjadi alasan Billie masih hidup. Itu artinya, mereka harus menemukan buku tersebut. Tom harus membuat kelanjutan ceritanya.
Dan buku itu adalah buku milik Tom. Sayangnya, buku itu sudah dibuang. Yang menarik, buku itu berkenalan ke sana kemari. Setiap kali 'disusul', buku itu sudah berpindah. Bagian ini benar-benar bikin gereget. Asliii. Hahaha.
Penulis menggunakan dua sudut pandang dalam novel ini. Yaitu sudut pandang orang pertama (saat bercerita tentang Tom), dan sudut pandangan orang ketiga (saat bercerita tentang tokoh lain). Mungkin bagi kalian yang belum pernah membaca novel dengan dua sudut pandang, akan sedikit bingung. Tapi jangan tutup buku kalian begitu saja karena saya jamin akan menyesal. XD
Yang membuat saya tercengang adalah bagian ending. Mantaaap. Ngakak sendiri. Makanya, kalian baca dong. Biar kita ngakak sama-sama. :v :v :v
_______________________________________
Quotes Favorit:
- Hidup tidak seperti yang ada dalam buku (hal. 19-20)
- Apa kau tahu kenapa dia menulis? -- Apa maksudmu? -- Aku tahu Tom suka membaca, tapi menulis adalah hal lain. (hal. 60)
- Memang lebih mudah menimpakan kesalahan pada orang lain. (hal. 144)
- Semua orang harus bertanggungjawab atas kesalahannya. (hal. 193)
- Rasanya, sulit untuk mempercayai sesuatu yang tak biasa. (hal. 219)
Novel ini sukses bikin saya susah move on. Jadi saya beri 4.5 bintang untuk The Girl on Paper. ^^
