Minggu, 14 Januari 2018

[Review] Saint Anything


Judul: Saint Anything
Penulis: Sarah Dessen
Penerjemah: Yunita Chandra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 359 halaman
Tahun terbit: 2017

Blurb

Sydney hanyalah anak biasa, menganggap dirinya tak terlihat di mata siapa pun, terutama keluarganya sendiri.
Peyton, kakak laki-laki Sydney, selalu menjadi segalanya. Hingga suatu hari mobil polisi mendatangi rumah mereka dengan membawa kabar tak terduga. Peyton terlibat masalah besar, dan pada akhirnya harus dipenjara. Semua pun berubah kacau.
Sydney terombang-ambing di tengah masalah yang datang bertubi-tubi, mencoba mencari tempat yang pasti di tengah keluarganya. Tapi semua orang terlalu mengkhawatirkan Peyton.
Di tengah kebimbangannya, Sydney bertemu dengan keluarga Chatham yang heboh, yang memiliki kehidupan berbeda dengan keluarganya, dan yang ternyata bisa membuatnya merasa diterima dan “terlihat” untuk pertama kalinya.

Pentingnya Perhatian

Di awal membaca blurb, saya bisa merasakan kesedihan Sydney karena tidak dianggap. Lalu saat saya membuka lembar pertama dari Saint Anything, saya bisa merasakan kalau Sydney sendirian.
Sebenarnya, yang saya lihat di sini bukanlah Sydney sebagai anak yang tak terurus atau bagaimana. Dia diurus. Orangtuanya masih bertanya kepadanya. Hanya saja... mereka terlalu fokus dengan urusan Peyton. Mereka selalu membela Peyton dan berusaha mencari pembenaran padahal dia jelas bersalah. Mereka tidak bisa objektif, terlalu membanggakan Peyton. Itu yang Sydney rasakan.
Sampai akhirnya, Sydney pindah sekolah, berpisah dari dua sahabatnya: Jenn dan Meredith. Dia lalu mengenal Layla yang berasal dari keluarga Chatham dan memiliki kedai piza. Mereka juga satu sekolah. Di sinilah Sydney merasakan kehangatan. Keluarga Chatham ‘merangkulnya’, membuatnya merasa ada.
Saya melihat di sini Sydney adalah tipe gadis yang introvert. Tidak memulai pertemanan, canggung dengan situasi baru, dan... yah, tidak semua orang bisa membuatnya nyaman saat bercerita. Tetapi kepada Layla, dia bisa lepas bercerita banyak hal, meski mereka belum lama saling mengenal.
Semakin lama, persahabatan Sydney dengan Layla mulai terbentuk. Bahkan bukan hanya dengan Layla, tapi juga dengan Mac (kakak Layla) beserta grup band-nya.
Ada perbedaan yang secara halus terasa saat Sydney bersama Layla dan saat Sydney di rumah. Suasana canggung dan kaku akan kembali terasa begitu Sydney berinteraksi dengan orangtuanya. Bisa dikatakan, Sydney sendiri tidak nyaman berada di rumah.
Apalagi, sejak sibuk mengurusi Peyton yang dipenjara, tidak jarang Ames—sahabat Peyton yang sudah dianggap seperti keluarga oleh orangtua Sydney, datang. bahkan pernah mereka meminta Ames menemani Sydney. Padahal, Sydney tidak nyaman dengan Ames. Dia merasa keganjilan setiap mereka bertemu. Tapi dia sadar, protes kepada orangtuanya hanya akan membuat lelah. Yang artinya, tidak ada gunanya.

Ulasan

Saint Anything membahas tentang keluarga, persahabatan, dan juga cinta yang manis. Paket lengkap!
Ini kali pertama saya membaca karya Sarah Dessen dan saya langsung jatuh cinta dengan tulisannya. Covernya cantik, temanya menarik, karakternya kuat, konfliknya ringan, nggak terburu-buru, dan terselesaikan dengan pas. Saya suka nyaris semua hal pada novel ini, termasuk penggunaan POV 1 Sydney. Nggak ada narasi yang terbuang sia-sia. Plotnya pun rapi.
Alurnya memang agak lambat sih, jadi kayaknya untuk kalian yang suka novel bertempo cepat mungkin akan sedikit bosan.
Kalau harus menyebutkan kekurangan, hanya sedikit. Yaitu tentang Meredith yang kurang dibahas. Selain itu, semua oke.
Untuk kalian yang suka kisah tenang dan manis, menurut saya novel ini bisa kalian koleksi.

Quote Favorit

Saya nggak bisa memilih satu aja quote favorit, karena ada banyak. Jadi, saya sebutkan beberapa ya. :D

Aku hanya ingin sedikit kebahagiaan dan mensyukurinya. –hal. 146

Lalu...

... kita harus mensyukuri sekecil apa pun kebahagiaan yang kita terima. –hal, 257

Lalu...

Ketika kita benar-benar peduli pada seseorang, kita tidak bisa berhenti melakukannya. Bahkan jika alasannya kuat. –hal. 299

Lalu...

Kau tidak mendapatkan keinginan terbesarmu saat ini, tapi kemudian alam memberikan penggantinya yang tidak terduga. –hal. 335

Dan...

Tidak realistis untuk berharap bisa terus menerus berada dalam kebahagiaan. Di kehidupan nyata, kau sudah beruntung jika memiliki seseorang yang selalu berada di dekatmu. –hal. 358

Rating

Cover: 5/5
Tema: 5/5
Karakter: 4.5/5
Plot: 4/5
Konflik: 4/5

Overall: 4.8/5