Sabtu, 07 Oktober 2017

[Review] Aftertaste


Judul: Aftertaste
Penulis: Sefryana Khairil
Editor: Tesara Rafiantika
Penerbit: Gagasmedia
Jumlah halaman: 364 halaman
Tahun terbit: 2017


Blurb
Narend
Buatku, memberikan kesempatan kedua hampir tak mungkin.
Untuk apa membuka kemungkinan bagi kekecewaan yang lain?
Hati yang benar-benar patah tak perlu berulang-ulang, bukan?
Namun, kali ini rasanya berbeda. Hanya saja, aku bahkan tak lagi percaya cinta dan kisah romansa itu nyata.

Farra
Aku tak pernah merencanakan menjatuhkan hati kepadanya.
Tidak juga pada sikapnya yang sedingin es itu. Setiap saat bersamanya membuatku selalu bertanya-tanya juga berangan-angan tentang cinta.
Lalu, tiba-tiba ketakutan akan harapan kosong melandaku, lagi dan lagi.
Sudah kucoba untuk menepikan segala rasa.
Namun, terkadang, hati dan keinginan tak selalu sejalan.

Aftertase mengisahkan dua orang chef yang saling jatuh cinta, tetapi tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Masa lalu membuat mereka enggan membiarkan hati berbicara, meskipun mereka tahu tak akan sanggup untuk saling melepaskan.

Cuplikan Kisah dan Review

Farra, melamar ke Bellaria, restoran Itali, setelah resign dari tempat lamanya. Awalnya dia senang, tetapi saat ingat kalau itu artinya dia akan bekerja sama dengan Chef Narend, selebrity chef yang terkenal, mendadak dia takut. Bagaimana tidak? Banyak sekali karyawan yang mundur karena sifat Narend yang keras. Meski begitu, Farra berusaha untuk menjalani kehidupan barunya.
Narend diceritakan sebagai chef yang mengidap penyakit serius dan ditinggalkan oleh kekasihnya, Chef Cindy. Ayahnya mewariskan Bellaria kepada ia dan Praya, adiknya. Narend sangat disiplin dan perfeksionis. Meski sakit, Narend tidak ingin orang-orang tahu tentang penyakitnya.

“Kamu bisa kerja, nggak?” tanya Chef Narend.
Farra menunduk, tidak berani menjawab.
“Saya tanya, kamu bisa kerja nggak?!” Kali ini, suaranya lebih keras.
“Bi—bisa, Chef.” Farra meremas tangannya sendiri.
“Kalau bisa, kenapa pancinya masih kotor seperti ini? Lihat!”
–hal. 53

Awalnya, Narend sangat tidak suka jika ada pegawai perempuan di dapurnya. Tetapi Praya sudah telanjur menerima Farra dan Farra sudah menandatangani kontrak. Sikap Narend kepada Farra pun sangat dingin. Tetapi lambat laun hatinya mencair. Ia mulai mau membuka diri dan membuka hati.
Melihat kedekatan kakaknya dengan Farra membuat Praya cemburu. Ia terus berusaha memperjuangkan perasaannya meskipun harus bersaing dengan Narend. Bukan hanya Praya, Cindy yang kebetulan melihat Narend akrab dengan perempuan lain pun tidak suka. Padahal, ia sudah akan menikah dengan Raymond. Kecemburuan membuatnya ingin melawan Farra dalam sebuah kompetisi besar.
Bagaimana keempat tokoh ini berperan dalam Aftertaste? Dan bagaimana Narend mengatasi penyakitnya? Sebenarnya saya ingin menghadirkan cuplikan kisah lebih banyak, tapi khawatir malah terjadi spoiler, jadi segini saja, ya. :D

Meski covernya menggambarkan suasana dapur, tetapi novel ini lebih banyak bercerita tentang impian, cinta, dan persaudaraan. Pembahasan mengenai makanan memang mewarnai kisah di novel ini, tetapi tidak begitu dominan kok. Jadi tidak melulu bicara masakan dan tidak membosankan.
Dengan gaya bahasa yang ringan, penulis membuat saya cukup menikmati novel ini. Meskipun temponya agak lambat, tapi porsi narasi dan dialog pas, plotnya pun rapi. Tema yang diangkat sebenarnya cukup sederhana, begitu juga konfliknya, namun dieksekusi dengan baik oleh penulis.
Kalau sebagian orang mengatakan terganggu dengan bab-bab pendek, saya malah menyukainya. Apalagi potongannya pas, tidak menggantung tiba-tiba. Pemilihan POV 3 oleh penulis juga pilihan yang sangat tepat untuk novel ini, karena membuat pembaca mengetahui semua perasaan tokoh. Saya juga sangat suka ada kalimat-kalimat keren setiap kali perpindahan sudut pandang. Suka sekaliii....
Kalau menyebutkan hal yang kurang saya sukai dari novel ini, ada dua hal. Pertama, saya menemukan beberapa kali typo, tapi sayangnya lupa saya tandai. Dan kebanyakan kurang huruf ‘n’. Kedua, perubahan sikap Narend kepada Farra terlalu cepat dan terkesan agak terburu-buru. Ini membuat chemistry mereka kurang kuat. Meski demikian, tidak mengurangi rasa suka saya terhadap novel ini.


Quotes
Sebenarnya ada banyak banget quotes dalam novel ini dan kepengen cantumkan semua, tapi pastinya bakal butuh waktu banyak, haha, jadi sebagian aja ya!

❤ Keluarga, surga kecil yang sederhana. –hal. 36
❤ Saat kamu menikmati apa yang kamu kerjakan, semua pasti menyenangkan, kan? –hal. 65
❤ Materi sebanyak apa pun tidak akan sanggup membeli cinta dan kehangatan sebuah keluarga. –hal. 173
❤ Keajaiban selalu ada bagi mereka yang mau berusaha. –hal. 231
❤ Semangatmu bisa membunuh rasa takutmu. –hal 241
❤ Kalau sayang, ya perjuangin. –hal. 268
❤ Kalau kita ada niat menuju yang lebih baik, insya Allah, ada jalannya. –hal. 275
❤Seseorang yang mencintai dengan tulus, pasti mengikhlaskan apa pun untuk kebahagiaan orang yang dicintainya. –hal. 337


Rating

Cover: 5/5
Tema: 3/5
Karakter tokoh: 3.5/5
Plot: 4/5
Gaya bahasa: 4/5
Overall: 3.8/5