Minggu, 08 Oktober 2017

[Review] Bellamia


Judul: Bellamia
Penulis: Ika Vihara
Penyunting: Kuntari P. Januwarsi
Penerbit: Phoenix Publisher
Jumlah halaman: 293 halaman

Blurb

Amia selalu percayabahwa karier dan cinta tidak boleh berada dalam gedung yang sama. Interoffice romance lebih banyak membawa kerugian bagi karier seseorang. Sudah banyak kejadian pegawai mengundurkan diri setelah putus cinta dan Amia tidak ingin mengikuti jejak mereka.

Selain di kantor, di mana Gavin bisa beremu dengan gadis yang menarik perhatiannya? Gavin tidak ada waktu untuk ikut komunitas, tidak bertemu dengan teman kuliah maupun teman SMA dan lebih banyak menghabiskan hidup di kantor.
Ketika Amia patah kaki dalam simulasi terorisme, Gavin—dengan alasan bertanggung jawab sebagai atasan—mulai membuka jalan untuk mengubah pandangan Amia. Namun Amia mengajukan satu syarat.

Merahasiakan hubungan dari semua orang.

Cuplikan Kisah dan Review

Kisah dimulai dengan sosok Amia yang patah hati karena Riyad, kekasihnya, menikah dengan perempuan lain. Dia merasa sulit melupakan lelaki itu. Untung saja ada Vara, sahabat Amia, yang terus menguatkannya.
Takdir membawa Amia bertemu dengan Gavin, atasan baru di kantornya. Saat pertama kali bertemu, Amia langsung tertarik kepada Gavin, tetapi semua itu lenyap karena sikap Gavin yang sok, menyuruh melakukan hal yang bukan jobdesc-nya. Meski sebal, tetap saja Amia tidak dapat memungkiri pesona Gavin.

Sedari tadi tanpa sadar Amia sibuk melirik Gavin yang tenang menyetir dengan mata menatap lurus ke depan. Tanpa bisa dicegah, Amiaingin mengamati wajah itu lebih teliti lagi. Ingin mengingat detailnya. –hal. 15

Kalau Amia sebal, Gavin malah senang melihat gadis itu. Amia memiliki wajah yang cantik, masih muda, dan lagi memiliki kekuatan untuk menarik perhatian orang. Apalagi Amia bekerja di lingkungan yang sangat didominasi oleh laki-laki. Tak aneh kalau dia jadi bahan pembicaraan para lelaki.
Suatu hari, kantor mengadakan simulasi terorisme. Kecelakaan kecil yang dialami Amia membuatnya dan Gavin semakin dekat. Hati Amia kembali dipenuhi getar cinta, begitu juga dengan Gavin. Namun, Amia tidak mau hubungan mereka diketahui oleh orang lain.
Bukan hanya harus menahan diri saat ada karyawan kantor yang membicarakan kecantikan Amia, Gavin juga harus berjuang untuk mencairkan hati Adrien, kakak Amia, yang juga seniornya semasa kuliah dulu. Maklum, Adrien sangat menyayangi Amia dan tahu baik-buruk Gavin.
Meski tampak sederhana, ada banyak sekali masalah yang ada dalam hubungan mereka. Komunikasi, dan juga rahasia kehidupan Amia.

Hai, hai, hai... Ini kali pertama saya membaca novel karya Kak Ika Vihara. Impian saya akhirnya terwujud, hehe. Maklum, saya sudah tertarik membaca tulisannya sejak lama. :D
Novel ini mengambil tema yang cukup menarik dan masih jarang diangkat oleh penulis lain. Tentang dunia engineer dan karyawan perempuan terlibat di dalamnya. Meski membahas dunia pekerjaan, tetapi tenang saja, kalian tidak akan bosan karena interaksi Amia dan Gavin begitu hidup.
Saya pribadi melihat Amia adalah sosok yang ceria, ceriwis, penuh percaya diri, kekanakan tapi keras kepala. Gavin pun sebenarnya keras kepala, tetapi sifat ini tidak terlalu dominan. Sifatnya lebih terkesan cuek, santai, dan ambisius.
Gaya bahasa yang digunakan penulis cukup mengalir, meskipun ada banyak kalimat berbahasa Inggris yang disisipkan. Plotnya rapi dan konfliknya cukup sederhana meski terkesan rumit.
Secara keseluruhan, saya menyukai novel ini karena mengangkat tema berbeda. Hanya saja, saya sedikit banyak terganggu dengan perdebatan Amia dan Gavin yang terlalu sering. Oke sih, mungkin ini untuk memperkuat karakter, tetapi kalau terlalu sering saya jadi sedikit bosan saat mereka berdebat. Saya juga menemukan beberapa typo dalam novel ini yang sayangnya tidak sempat saya tandai. Maaf, yaaa..
Btw, kalau kebanyakan orang suka sama Gavin, saya malah tertarik sama Adrien. Sukaaa sekaliii... Pengen punya kakak kayak dia. >_<

Quotes

Sebenarnya sih ada beberapa quotes keren yang saya temukan, tapi hanya ini yang sempat saya tandai, hehehe...

❤ Hukum alam itu, semakin kamu berusaha melupakannya, semakin kuat kenangan tentang dia akan mengikutimu. –hal. 3
❤ Orang patah hati tidak boleh dibiarkan sendiri. –hal. 4
❤ Kita bukan takut untuk mencintai. Hanya lebih hati-hati memilih siapa yang layak untuk menerima cinta kita. –hal. 23
❤ Every relationship, broken or not, has made us better person. –hal. 23
❤ Hukum yang berlaku dalam cinta adalah: all or nothing. –hal.145

Rating

Cover: 4/5
Tema: 3.5/5
Karakter: 3/5
Gaya bahasa: 3/5
Plot: 3/5
Overall: 3.3/5