Judul buku:
Hatiku Memilihmu
Penulis: Arumi E
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 298 halaman
Blurb
Dara Paramitha
melepaskan pandangannya ke hamparan salju di Central Park. Ingatannya kembali
pada dua setengah tahun lalu. Saat pertama kali bertemu Aisyah Liu, teman
kuliahnya di New York yang telah menuntunnya menemukan hidayah. Lalu ingatannya
beralih pada dua pemuda Amerika yang telah membuatnya merasakan getaran cinta,
Richard Wenner sang arsitek mapan, dan Brad Smith personel band yang menawan.
Masa kuliahnya
telah berakhir. Saatnya dia kembali ke negerinya, meninggalkan kota ini. Memilih
mengabdikan ilmunya di perusahaan ayahnya. Menyisakan resah di hati dua pemuda
yang sama-sama mengharapkan cintanya.
Richard tak ingin
menyerah. Dia nekat menyusul Dara, sengaja bekerja di tempat yang sama, dan
mencari kesempatan meraih hati gadis itu. Di belahan bumi lainnya, Brad tak
bisa tenang. Kepergian Richard ke Jakarta membuatnya waswas, apalagi Richard
secara terbuka menyatakan diri sebagai pesaingnya. Tak mau kalah, Brad pun
mendatangi Dara dan melamarnya sekali lagi.
Kala hati tidak
hanya bicara cinta, siapa yang Dara pilih? Apakah Brad yang tengah
tertatih-tatih menjaga imannya, ataukah richard yang tenang namun serius
berusaha mendapatkannya? Dan saat ada hati yang terluka, masih mungkinkah
terjalin pertemanan di antara mereka?
Review
Novel ini
bercerita tentang Dara Paramitha yang sudah menyelesaikan kuliahnya di
Universitas Colombia dan kembali ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan
ayahnya. Bukan hanya harus berpisah dengan tiga sahabatnya, Aisyah, Keira dan
Richard, dia juga terpaksa berpisah dari Brad, laki-laki yang dicintai dan juga
mencintainya.
Jelas semua tidak
mudah. Ada rasa takut di hati Dara meninggalkan Brad, dan ada cemburu yang
besar di dalam diri Brad. Namun Dara menyerahkan semuanya kepada Allah. Bagaimana
dia dan Brad di masa depan, semua masih rahasia. Lagi pula mereka tidak terikat
hubungan sama sekali. Hanya tahu saling mencintai.
Brad adalah
pemuda mualaf yang berprofesi sebagai pianis. Dia sudah pernah melamar Dara,
namun gadis itu tidak memberikan kepastian. Ditinggal Dara ke Indonesia
membuatnya merasa semakin tidak tenang. Apalagi saat Richard, sahabat Dara yang
juga teman Brad, memutuskan untuk bekerja di Indonesia, di perusahaan ayah Dara.
Brad dan Richard
memang berkompetisi untuk memenangkan hati Dara. Meski Dara sudah memilih Brad,
tapi tetap saja laki-laki itu tidak tenang karena Richard bisa bertemu setiap
hari dengan Dara sementara dia tidak. Dan kemungkinan Richard akan membuat Dara
berpaling sungguhlah besar mengingat Richard adalah muslim yang alim. Untuk itu
dia nekat datang ke Indonesia meski hanya beberapa hari.
Tidak mau
menunda-nunda, dia pun menemui orangtua Dara dan melamar gadis itu. Dia berjanji
akan datang setelah Idul Fitri.
Sementara itu, Richard
sendiri mengakui bahwa yang dilakukannya ini (pindah ke Indonesia) adalah
salah
satu strateginya untuk mendekati Dara. Tapi sepertinya pendirian gadis itu
tidak bisa diubah: tetap memilih Brad. Richard bukan tipe orang yang
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, jadi dia hanya menunggu. Menunggu
jika Brad tidak segera menikahi Dara, dia yang akan maju melamar. Apalagi melihat
setelah lewat Idul Fitri Brad tidak juga muncul. Dia mulai berharap.
Ini adalah karya
Arumi E yang ke sekian yang saya baca. Novel yang incar sejak lama dan alhamdulillah saya
dapatkan ketika menikah. Novel yang termasuk dalam seserahan. ^^
Novel ini
benar-benar khas Arumi. Mengalir dengan tenang. Meski temponya lambat, tetapi
tetap berkesan. Bertema cinta segitiga, bercerita tentang hubungan jarak jauh. Tema
yang sangat umum ini disajikan dengan cara yang berbeda oleh penulis. Sangat islami.
Setiap tokoh
memiliki porsi yang pas. Tidak ada yang terlalu sedikit atau terkesan tempelan.
Ini sangat penting mengingat banyak penulis yang membuat tokoh dan
menghilangkannya begitu saja. Arumi tidak melakukan itu. Dia membuat
tokoh-tokoh dalam novel ini berperan penting.
Sudut pandang (POV)
yang digunakan penulis dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga serbatahu.
Membuat pembaca bisa dengan mudah mengetahui apa yang ada dirasakan dan
dipikirkan oleh tokoh. Gaya bahasa yang digunakan juga ringan. Terdapat sedikit
bahasa Inggris di dalam novel ini yang saya rasa mudah dimengerti dan tidak
membuat kita malah sibuk mencari kamus.
Yang menjadikan
kelebihan dari novel ini adalah nilai-nilai islami yang disajikan dengan sangat
lembut serta kisah cinta yang manis serta romantis.
Sementara itu,
kekurangannya adalah karakter yang terlalu sempurna. Terutama pada tokoh Dara
dan Richrad. Dan lagi, mungkin ini bukan bagian penulis, tetapi menurut saya
blurb novel ini terlalu transparan. Mungkin bisa dibuat lebih misterius.
Hihihi.
Ah, saking
nyamannya membaca novel ini saya malah melewatkan hal penting, yaitu lupa
menandai quotes keren. Ada banyak quotes menarik dalam novel ini. Satu yang
sempat saya ingat, tetapi saya lupa di halaman berapa:
“Cinta itu membebaskan.”
Untuk novel
istimewa ini, saya berikan 3 bintang. : )
