Minggu, 22 Januari 2017

[Review] Hatiku Memilihmu


Judul buku: Hatiku Memilihmu
Penulis: Arumi E
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 298 halaman

Blurb

Dara Paramitha melepaskan pandangannya ke hamparan salju di Central Park. Ingatannya kembali pada dua setengah tahun lalu. Saat pertama kali bertemu Aisyah Liu, teman kuliahnya di New York yang telah menuntunnya menemukan hidayah. Lalu ingatannya beralih pada dua pemuda Amerika yang telah membuatnya merasakan getaran cinta, Richard Wenner sang arsitek mapan, dan Brad Smith personel band yang menawan.

Masa kuliahnya telah berakhir. Saatnya dia kembali ke negerinya, meninggalkan kota ini. Memilih mengabdikan ilmunya di perusahaan ayahnya. Menyisakan resah di hati dua pemuda yang sama-sama mengharapkan cintanya.

Richard tak ingin menyerah. Dia nekat menyusul Dara, sengaja bekerja di tempat yang sama, dan mencari kesempatan meraih hati gadis itu. Di belahan bumi lainnya, Brad tak bisa tenang. Kepergian Richard ke Jakarta membuatnya waswas, apalagi Richard secara terbuka menyatakan diri sebagai pesaingnya. Tak mau kalah, Brad pun mendatangi Dara dan melamarnya sekali lagi.

Kala hati tidak hanya bicara cinta, siapa yang Dara pilih? Apakah Brad yang tengah tertatih-tatih menjaga imannya, ataukah richard yang tenang namun serius berusaha mendapatkannya? Dan saat ada hati yang terluka, masih mungkinkah terjalin pertemanan di antara mereka?

Review

Novel ini bercerita tentang Dara Paramitha yang sudah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Colombia dan kembali ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan ayahnya. Bukan hanya harus berpisah dengan tiga sahabatnya, Aisyah, Keira dan Richard, dia juga terpaksa berpisah dari Brad, laki-laki yang dicintai dan juga mencintainya.

Jelas semua tidak mudah. Ada rasa takut di hati Dara meninggalkan Brad, dan ada cemburu yang besar di dalam diri Brad. Namun Dara menyerahkan semuanya kepada Allah. Bagaimana dia dan Brad di masa depan, semua masih rahasia. Lagi pula mereka tidak terikat hubungan sama sekali. Hanya tahu saling mencintai.

Brad adalah pemuda mualaf yang berprofesi sebagai pianis. Dia sudah pernah melamar Dara, namun gadis itu tidak memberikan kepastian. Ditinggal Dara ke Indonesia membuatnya merasa semakin tidak tenang. Apalagi saat Richard, sahabat Dara yang juga teman Brad, memutuskan untuk bekerja di Indonesia, di perusahaan ayah Dara.

Brad dan Richard memang berkompetisi untuk memenangkan hati Dara. Meski Dara sudah memilih Brad, tapi tetap saja laki-laki itu tidak tenang karena Richard bisa bertemu setiap hari dengan Dara sementara dia tidak. Dan kemungkinan Richard akan membuat Dara berpaling sungguhlah besar mengingat Richard adalah muslim yang alim. Untuk itu dia nekat datang ke Indonesia meski hanya beberapa hari.

Tidak mau menunda-nunda, dia pun menemui orangtua Dara dan melamar gadis itu. Dia berjanji akan datang setelah Idul Fitri.

Sementara itu, Richard sendiri mengakui bahwa yang dilakukannya ini (pindah ke Indonesia) adalah 
salah satu strateginya untuk mendekati Dara. Tapi sepertinya pendirian gadis itu tidak bisa diubah: tetap memilih Brad. Richard bukan tipe orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, jadi dia hanya menunggu. Menunggu jika Brad tidak segera menikahi Dara, dia yang akan maju melamar. Apalagi melihat setelah lewat Idul Fitri Brad tidak juga muncul. Dia mulai berharap.

Ini adalah karya Arumi E yang ke sekian yang saya baca. Novel yang  incar sejak lama dan alhamdulillah saya dapatkan ketika menikah. Novel yang termasuk dalam seserahan. ^^  

Novel ini benar-benar khas Arumi. Mengalir dengan tenang. Meski temponya lambat, tetapi tetap berkesan. Bertema cinta segitiga, bercerita tentang hubungan jarak jauh. Tema yang sangat umum ini disajikan dengan cara yang berbeda oleh penulis. Sangat islami.

Setiap tokoh memiliki porsi yang pas. Tidak ada yang terlalu sedikit atau terkesan tempelan. Ini sangat penting mengingat banyak penulis yang membuat tokoh dan menghilangkannya begitu saja. Arumi tidak melakukan itu. Dia membuat tokoh-tokoh dalam novel ini berperan penting.

Sudut pandang (POV) yang digunakan penulis dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga serbatahu. Membuat pembaca bisa dengan mudah mengetahui apa yang ada dirasakan dan dipikirkan oleh tokoh. Gaya bahasa yang digunakan juga ringan. Terdapat sedikit bahasa Inggris di dalam novel ini yang saya rasa mudah dimengerti dan tidak membuat kita malah sibuk mencari kamus.

Yang menjadikan kelebihan dari novel ini adalah nilai-nilai islami yang disajikan dengan sangat lembut serta kisah cinta yang manis serta romantis.

Sementara itu, kekurangannya adalah karakter yang terlalu sempurna. Terutama pada tokoh Dara dan Richrad. Dan lagi, mungkin ini bukan bagian penulis, tetapi menurut saya blurb novel ini terlalu transparan. Mungkin bisa dibuat lebih misterius. Hihihi.

Ah, saking nyamannya membaca novel ini saya malah melewatkan hal penting, yaitu lupa menandai quotes keren. Ada banyak quotes menarik dalam novel ini. Satu yang sempat saya ingat, tetapi saya lupa di halaman berapa:
“Cinta itu membebaskan.”


Untuk novel istimewa ini, saya berikan 3 bintang. : )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar