Judul buku: SKY
Penulis: Aiu Ahra
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman:
280 halaman
Blurb
“Banyak orang
bilang persahabatan cowok dan cewek itu mustahil. Seenggaknya sekian persen
menunjukkan persahabatan itu nggak murni. Pasti ada yang berkhianat. Suka sama
sahabatnya sendiri.”
Lyn merindukan
tawa Kay yang dulu. Ringan dan bebas, walau seringkali diiringi air mata
cengeng. Tawa yang hilang setelah kematian ibuku. Setelah itu, Kay tinggal
berasma keluarga Lyn selama tujuh tahun. Kondisi itu ternyata tidak cukup untuk
membuat Kay percaya sepenuhnya pada Lyn.
Sikap Kay yang
pesimistis berbanding terbalik dengan Lyn yang ceria. Bahkan ketika Lyn
membicarakan tentang kesukaan akan langit dan olahraga lari membuat Kay semakin
menutup diri. Meski menyukai musik klasik dan bermain piano, Kay tidak berani
menjadikan itu mimpinya, apalagi jika harus mendaftar di universitas musik
setelah lulus SMA.
Lalu tiba-tiba,
Kay mencoba mengubah dunianya. Ia tak ingin bergantung lagi pada Lyn. Kay
bertemu dengan Luna yang mengenalkannya pada dunia baru. Lyn juga berkenalan
dengan Ethan yang gemar fotografi.
Akankah kehadiran
orang-orang dalam hidup Kay dan Lyn membuat mereka menyadari perasaan
masing-masing? Atau justru semakin membuat mereka menjauh?
Review
Cerita dimulai
dengan Lyn yang baru pulang dari KL lalu flashback ke masa-masa sekolah. Masa
di mana Lyn masih dekat dengan Kay. Masa yang juga membuatnya jauh dengan
laki-laki penyuka piano itu.
Diceritakan Lyn dan
Kay memiliki hubungan yang sangat erat. Seperti yang dapat dibaca dalam blurb,
mereka tinggal satu rumah selama tujuh tahun. Sejak ibu Kay meninggal dunia
karena bunuh diri. Dan Opa Iyan, yang berjanji akan membawa Kay bersamanya,
pergi tanpa kabar.
Bagi Lyn, Kay
sudah seperti keluarganya. Perlakuan Mama dan Ayah Lyn terhadap Kay pun baik.
Tapi menurut Kay, dia sudah menjadi benalu. Hidup menumpang di keluarga Lyn
membuatnya malu. Ditambah lagi dia tidak bisa menahan perasaan suka terhadap
Lyn yang muncul begitu saja.
Kemunculan Luna,
murid baru di kelas Lyn dan Kay, perlahan membuat persahabatan mereka berjarak.
Kay sering bertemu dengan Luna, pergi dengan Luna, dan tidak lagi memiliki
banyak waktu dengan Lyn. Tentu saja hal itu membuat Lyn merasa tersisihkan.
Apalagi ketika Kay memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Ditambah lagi, Luna
mengetahui hal itu sementara Lyn tidak.
Bagaimana
perasaanmu ketika sahabatmu lebih dekat dengan orang lain yang baru dikenal?
Dan bagaimana
rasanya jika kamu bukan lagi orang yang pertama tahu sesuatu tentang sahabatmu?
Sedih? Kecewa?
Marah? Cemburu?
Begitulah
setidaknya perasaan Lyn. Kedekatan Kay dengan Luna juga membuat Lyn menyadari
sesuatu. Perasaannya terhadap Kay. Rasa di mana dia melihat Kay sebagai
‘laki-laki’, bukan sebagai sahabat.
Tapi Kay, meminta
Lyn menjauhinya. Alasan Kay, dia menyukai Luna. Lyn patah hati. Tapi menurutnya
tindakan Kay sudah melewati batas. Toh, hubungan Lyn dengan Luna baik-baik saja
meski kecanggungan yang seringkali tercipta setiap mereka bertemu.
Lyn semakin
terluka ketika Kay memutuskan untuk kost. Ketika inilah Kay mengatakan
semuanya—kecuali perasaan. Bahwa dia selama ini tidak suka melihat kehidupan
Lyn yang sempurna. Lyn yang memiliki keluarga utuh. Lyn yang berprestasi. Dan
yang terpenting, Lyn yang memiliki mimpi. Sementara Kay? Dia tidak punya
apa-apa. Bahkan mimpi.
Bisa dibayangkan
bagaimana luka Lyn? Selama ini dia dan keluarganya tulus menyayangi Kay.
Untungnya, Lyn
berteman dengan Ethan yang selalu menghiburnya. Ethan, salah satu siswa yang
suka fotografi dan beberapa kali memotret Lyn diam-diam. Meski tahu Ethan
menyukainya, Lyn tetap menganggap Ethan sebagai teman.
Sampai lulus SMA,
Lyn dan Kay masih berjauhan. Lyn yang sempat mengalami kecelakaan ringan saat
lomba lari memutuskan untuk menunda kuliah. Dia pergi ke Kuala Lumpur untuk
tinggal bersama tantenya sementara. Sementara Kay, yang akhirnya bertemu Opa
Iyan dan tinggal bersama beliau, meneruskan kuliah di sekolah musik.
Penasaran
bagaimana hubungan Lyn dan Kay selanjutnya?
Apakah mereka
akan berbaikan begitu Lyn kembali ke Indonesia? Dan bagaimana Ethan dan juga
Luna menyikapi patah hati mereka?
Saya nggak mau
spoiler di sini, hihihi.
Kalau kalian suka
novel teenlit yang penuh quotes keren, kalian wajib miliki novel Aiu Ahra yang
ke sekian ini. ^^
Ini adalah novel
Aiu Ahra yang kedua yang saya miliki. Padahal karyanya sudah ada beberapa,
tapi saya baru memiliki dua, hehehe.
Beberapa tahun
yang lalu, ketika saya pertama kalinya membaca Autumn Sky karya pertama Aiu
Ahra, saya merasa kemampuan penulis ini merangkai kata yang sederhana namun
indah. Saya menemukan kata-kata bijak di dalam setiap tulisannya.
Novel Sky ini bercerita
tentang impian serta cinta dalam persahabatan. Tema yang klasik dengan
penyajian yang menarik. Karakter Lyn yang periang, Kay yang selalu muram, Ethan
yang bijaksana, dan Luna yang baik hati pun tergambarkan dengan cukup jelas.
Hanya saja saya merasa karakter Opa Iyan kurang digali. Ya, meskipun beliau
bisa dibilang adalah tokoh tambahan, namun perannya cukup penting mengingat
dari beliaulah Kay menyukai piano.
Dengan
menggunakan sudut pandang (POV) orang ketiga, kita bisa memahami setiap
perasaan dan pemikiran tokohnya. Itu membuat konflik semakin terasa nyata. Kita
dibawa memahami perasaan kecewa Lyn, juga ikut simpati terhadap Kay.
Selain karakter
Opa Iyan yang kurang, kekurangan lainnya adalah feel yang entah mengapa
saya rasakan menggantung. Padahal di awal terasa begitu kuat. Untuk cover, saya
suka dengan warnanya. Tapi ada yang kurang. Yaitu tidak adanya ilustrasi yang
menjelaskan Lyn suka lari. Dan satu lagi, pada blurb sepertinya terdapat
kesalahan penulisan.
Lyn merindukan tawa Kay yang dulu. Ringan dan
bebas, walau seringkali diiringi air mata cengeng. Tawa yang hilang setelah
kematian ibuku. Setelah itu, Kay tinggal berasma keluarga Lyn
selama tujuh tahun. Kondisi itu ternyata tidak cukup untuk membuat Kay percaya
sepenuhnya pada Lyn.
Saya rasa, mungkin seharusnya bukan ibuku, tetapi ibunya?
Hm, di luar semua itu, saya menyukai novel ini. Untuk kisah Lyn-Kay-Ethan
dan Luna ini saya berikan bintang 3.5/5. Semoga saya bisa mereview novel Aiu
Ahra yang berikutnya. ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar