Jumat, 03 Februari 2017

[Review] SKY



Judul buku: SKY
Penulis: Aiu Ahra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 280 halaman

Blurb

“Banyak orang bilang persahabatan cowok dan cewek itu mustahil. Seenggaknya sekian persen menunjukkan persahabatan itu nggak murni. Pasti ada yang berkhianat. Suka sama sahabatnya sendiri.”
Lyn merindukan tawa Kay yang dulu. Ringan dan bebas, walau seringkali diiringi air mata cengeng. Tawa yang hilang setelah kematian ibuku. Setelah itu, Kay tinggal berasma keluarga Lyn selama tujuh tahun. Kondisi itu ternyata tidak cukup untuk membuat Kay percaya sepenuhnya pada Lyn.
Sikap Kay yang pesimistis berbanding terbalik dengan Lyn yang ceria. Bahkan ketika Lyn membicarakan tentang kesukaan akan langit dan olahraga lari membuat Kay semakin menutup diri. Meski menyukai musik klasik dan bermain piano, Kay tidak berani menjadikan itu mimpinya, apalagi jika harus mendaftar di universitas musik setelah lulus SMA.
Lalu tiba-tiba, Kay mencoba mengubah dunianya. Ia tak ingin bergantung lagi pada Lyn. Kay bertemu dengan Luna yang mengenalkannya pada dunia baru. Lyn juga berkenalan dengan Ethan yang gemar fotografi.
Akankah kehadiran orang-orang dalam hidup Kay dan Lyn membuat mereka menyadari perasaan masing-masing? Atau justru semakin membuat mereka menjauh?

Review

Cerita dimulai dengan Lyn yang baru pulang dari KL lalu flashback ke masa-masa sekolah. Masa di mana Lyn masih dekat dengan Kay. Masa yang juga membuatnya jauh dengan laki-laki penyuka piano itu.

Diceritakan Lyn dan Kay memiliki hubungan yang sangat erat. Seperti yang dapat dibaca dalam blurb, mereka tinggal satu rumah selama tujuh tahun. Sejak ibu Kay meninggal dunia karena bunuh diri. Dan Opa Iyan, yang berjanji akan membawa Kay bersamanya, pergi tanpa kabar.

Bagi Lyn, Kay sudah seperti keluarganya. Perlakuan Mama dan Ayah Lyn terhadap Kay pun baik. Tapi menurut Kay, dia sudah menjadi benalu. Hidup menumpang di keluarga Lyn membuatnya malu. Ditambah lagi dia tidak bisa menahan perasaan suka terhadap Lyn yang muncul begitu saja.

Kemunculan Luna, murid baru di kelas Lyn dan Kay, perlahan membuat persahabatan mereka berjarak. Kay sering bertemu dengan Luna, pergi dengan Luna, dan tidak lagi memiliki banyak waktu dengan Lyn. Tentu saja hal itu membuat Lyn merasa tersisihkan. Apalagi ketika Kay memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Ditambah lagi, Luna mengetahui hal itu sementara Lyn tidak.

Bagaimana perasaanmu ketika sahabatmu lebih dekat dengan orang lain yang baru dikenal?

Dan bagaimana rasanya jika kamu bukan lagi orang yang pertama tahu sesuatu tentang sahabatmu?
Sedih? Kecewa? Marah? Cemburu?

Begitulah setidaknya perasaan Lyn. Kedekatan Kay dengan Luna juga membuat Lyn menyadari sesuatu. Perasaannya terhadap Kay. Rasa di mana dia melihat Kay sebagai ‘laki-laki’, bukan sebagai sahabat.

Tapi Kay, meminta Lyn menjauhinya. Alasan Kay, dia menyukai Luna. Lyn patah hati. Tapi menurutnya tindakan Kay sudah melewati batas. Toh, hubungan Lyn dengan Luna baik-baik saja meski kecanggungan yang seringkali tercipta setiap mereka bertemu.

Lyn semakin terluka ketika Kay memutuskan untuk kost. Ketika inilah Kay mengatakan semuanya—kecuali perasaan. Bahwa dia selama ini tidak suka melihat kehidupan Lyn yang sempurna. Lyn yang memiliki keluarga utuh. Lyn yang berprestasi. Dan yang terpenting, Lyn yang memiliki mimpi. Sementara Kay? Dia tidak punya apa-apa. Bahkan mimpi.

Bisa dibayangkan bagaimana luka Lyn? Selama ini dia dan keluarganya tulus menyayangi Kay.
Untungnya, Lyn berteman dengan Ethan yang selalu menghiburnya. Ethan, salah satu siswa yang suka fotografi dan beberapa kali memotret Lyn diam-diam. Meski tahu Ethan menyukainya, Lyn tetap menganggap Ethan sebagai teman.

Sampai lulus SMA, Lyn dan Kay masih berjauhan. Lyn yang sempat mengalami kecelakaan ringan saat lomba lari memutuskan untuk menunda kuliah. Dia pergi ke Kuala Lumpur untuk tinggal bersama tantenya sementara. Sementara Kay, yang akhirnya bertemu Opa Iyan dan tinggal bersama beliau, meneruskan kuliah di sekolah musik.

Penasaran bagaimana hubungan Lyn dan Kay selanjutnya?

Apakah mereka akan berbaikan begitu Lyn kembali ke Indonesia? Dan bagaimana Ethan dan juga Luna menyikapi patah hati mereka?

Saya nggak mau spoiler di sini, hihihi.

Kalau kalian suka novel teenlit yang penuh quotes keren, kalian wajib miliki novel Aiu Ahra yang ke sekian ini. ^^

Ini adalah novel Aiu Ahra yang kedua yang saya miliki. Padahal karyanya sudah ada beberapa, tapi saya baru memiliki dua, hehehe.

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya pertama kalinya membaca Autumn Sky karya pertama Aiu Ahra, saya merasa kemampuan penulis ini merangkai kata yang sederhana namun indah. Saya menemukan kata-kata bijak di dalam setiap tulisannya.

Novel Sky ini bercerita tentang impian serta cinta dalam persahabatan. Tema yang klasik dengan penyajian yang menarik. Karakter Lyn yang periang, Kay yang selalu muram, Ethan yang bijaksana, dan Luna yang baik hati pun tergambarkan dengan cukup jelas. Hanya saja saya merasa karakter Opa Iyan kurang digali. Ya, meskipun beliau bisa dibilang adalah tokoh tambahan, namun perannya cukup penting mengingat dari beliaulah Kay menyukai piano.

Dengan menggunakan sudut pandang (POV) orang ketiga, kita bisa memahami setiap perasaan dan pemikiran tokohnya. Itu membuat konflik semakin terasa nyata. Kita dibawa memahami perasaan kecewa Lyn, juga ikut simpati terhadap Kay.

Selain karakter Opa Iyan yang kurang, kekurangan lainnya adalah feel yang entah mengapa saya rasakan menggantung. Padahal di awal terasa begitu kuat. Untuk cover, saya suka dengan warnanya. Tapi ada yang kurang. Yaitu tidak adanya ilustrasi yang menjelaskan Lyn suka lari. Dan satu lagi, pada blurb sepertinya terdapat kesalahan penulisan.

Lyn merindukan tawa Kay yang dulu. Ringan dan bebas, walau seringkali diiringi air mata cengeng. Tawa yang hilang setelah kematian ibuku. Setelah itu, Kay tinggal berasma keluarga Lyn selama tujuh tahun. Kondisi itu ternyata tidak cukup untuk membuat Kay percaya sepenuhnya pada Lyn.

Saya rasa, mungkin seharusnya bukan ibuku, tetapi ibunya?


Hm, di luar semua itu, saya menyukai novel ini. Untuk kisah Lyn-Kay-Ethan dan Luna ini saya berikan bintang 3.5/5. Semoga saya bisa mereview novel Aiu Ahra yang berikutnya. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar