Judul: Saint Anything
Penulis: Sarah Dessen
Penerjemah: Yunita Chandra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 359 halaman
Tahun terbit: 2017
Blurb
Sydney hanyalah anak biasa, menganggap dirinya tak
terlihat di mata siapa pun, terutama keluarganya sendiri.
Peyton, kakak laki-laki Sydney, selalu menjadi segalanya.
Hingga suatu hari mobil polisi mendatangi rumah mereka dengan membawa kabar tak
terduga. Peyton terlibat masalah besar, dan pada akhirnya harus dipenjara.
Semua pun berubah kacau.
Sydney terombang-ambing di tengah masalah yang datang
bertubi-tubi, mencoba mencari tempat yang pasti di tengah keluarganya. Tapi
semua orang terlalu mengkhawatirkan Peyton.
Di tengah kebimbangannya, Sydney bertemu dengan keluarga
Chatham yang heboh, yang memiliki kehidupan berbeda dengan keluarganya, dan
yang ternyata bisa membuatnya merasa diterima dan “terlihat” untuk pertama
kalinya.
Pentingnya
Perhatian
Di awal membaca blurb, saya bisa merasakan kesedihan
Sydney karena tidak dianggap. Lalu saat saya membuka lembar pertama dari Saint
Anything, saya bisa merasakan kalau Sydney sendirian.
Sebenarnya, yang saya lihat di sini bukanlah Sydney
sebagai anak yang tak terurus atau bagaimana. Dia diurus. Orangtuanya masih
bertanya kepadanya. Hanya saja... mereka terlalu fokus dengan urusan Peyton.
Mereka selalu membela Peyton dan berusaha mencari pembenaran padahal dia jelas
bersalah. Mereka tidak bisa objektif, terlalu membanggakan Peyton. Itu yang
Sydney rasakan.
Sampai akhirnya, Sydney pindah sekolah, berpisah dari dua
sahabatnya: Jenn dan Meredith. Dia lalu mengenal Layla yang berasal dari
keluarga Chatham dan memiliki kedai piza. Mereka juga satu sekolah. Di sinilah
Sydney merasakan kehangatan. Keluarga Chatham ‘merangkulnya’, membuatnya merasa
ada.
Saya melihat di sini Sydney adalah tipe gadis yang introvert.
Tidak memulai pertemanan, canggung dengan situasi baru, dan... yah, tidak
semua orang bisa membuatnya nyaman saat bercerita. Tetapi kepada Layla, dia
bisa lepas bercerita banyak hal, meski mereka belum lama saling mengenal.
Semakin lama, persahabatan Sydney dengan Layla mulai
terbentuk. Bahkan bukan hanya dengan Layla, tapi juga dengan Mac (kakak Layla)
beserta grup band-nya.
Ada perbedaan yang secara halus terasa saat Sydney
bersama Layla dan saat Sydney di rumah. Suasana canggung dan kaku akan kembali
terasa begitu Sydney berinteraksi dengan orangtuanya. Bisa dikatakan, Sydney
sendiri tidak nyaman berada di rumah.
Apalagi, sejak sibuk mengurusi Peyton yang dipenjara,
tidak jarang Ames—sahabat Peyton yang sudah dianggap seperti keluarga oleh
orangtua Sydney, datang. bahkan pernah mereka meminta Ames menemani Sydney.
Padahal, Sydney tidak nyaman dengan Ames. Dia merasa keganjilan setiap mereka
bertemu. Tapi dia sadar, protes kepada orangtuanya hanya akan membuat lelah.
Yang artinya, tidak ada gunanya.
Ulasan
Saint Anything membahas tentang keluarga, persahabatan,
dan juga cinta yang manis. Paket lengkap!
Ini kali pertama saya membaca karya Sarah Dessen dan saya
langsung jatuh cinta dengan tulisannya. Covernya cantik, temanya menarik,
karakternya kuat, konfliknya ringan, nggak terburu-buru, dan terselesaikan
dengan pas. Saya suka nyaris semua hal pada novel ini, termasuk penggunaan POV
1 Sydney. Nggak ada narasi yang terbuang sia-sia. Plotnya pun rapi.
Alurnya memang agak lambat sih, jadi kayaknya untuk
kalian yang suka novel bertempo cepat mungkin akan sedikit bosan.
Kalau harus menyebutkan kekurangan, hanya sedikit. Yaitu
tentang Meredith yang kurang dibahas. Selain itu, semua oke.
Untuk kalian yang suka kisah tenang dan manis, menurut
saya novel ini bisa kalian koleksi.
Quote Favorit
Saya nggak bisa memilih satu aja quote favorit, karena
ada banyak. Jadi, saya sebutkan beberapa ya. :D
Aku hanya ingin sedikit kebahagiaan dan
mensyukurinya. –hal. 146
Lalu...
... kita harus mensyukuri sekecil apa pun
kebahagiaan yang kita terima. –hal, 257
Lalu...
Ketika kita benar-benar peduli pada seseorang,
kita tidak bisa berhenti melakukannya. Bahkan jika alasannya kuat. –hal. 299
Lalu...
Kau tidak mendapatkan keinginan terbesarmu saat
ini, tapi kemudian alam memberikan penggantinya yang tidak terduga. –hal. 335
Dan...
Tidak realistis untuk berharap bisa terus
menerus berada dalam kebahagiaan. Di kehidupan nyata, kau sudah beruntung jika
memiliki seseorang yang selalu berada di dekatmu. –hal. 358
Rating
Cover: 5/5
Tema: 5/5
Karakter: 4.5/5
Plot: 4/5
Konflik: 4/5
Overall: 4.8/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar