Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Jumlah halaman: 284 halaman
Penerbit: Haru
Blurb
Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak
laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah
dibunuh.
Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan
putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia
percayai.
Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri
tunggalnya itu?
Sekilas Kisah dan Ulasan
Holy Mother bercerita tentang pembunuhan tragis yang
menimpa seorang anak laki-laki di kota Aiide. Padahal sebelumnya kota tersebut
bisa dibilang kota yang tenang. Tetapi sejak kasus pembunuhan itu tersebar,
banyak orangtua yang khawatir terhadap anaknya. Termasuk Honami.
Dulunya, Honami sulit memiliki anak. Berbagai cara telah
dia lakukan, namun selalu saja gagal. Di usia yang tidak lagi muda, barulah dia
berhasil hamil dan akhirnya melahirkan. Karena susahnya mendapatkan buah hati
itulah dia jadi sangat mengkhawatirkan keselamatan putrinya setelah pembunuhan
mengerikan terjadi.
Anak ini, putrinya, harus dia lindungi. Demi itu,
dia rela melakukan apa pun. Seorang ibu yang melindungi anaknya akan
mengerahkan seluruh kekuatannya. – hal. 18
Ini adalah ketiga kalinya saya membaca tulisan Akiyoshi
Rikako (setelah Girls in The Dark dan The Dead Returns) dan sejauh ini saya selalu
merasa puas. Akiyoshi memang dikenal sebagai penulis yang memiliki twist
keren di setiap ending novelnya, itulah yang membuat saya ketagihan
membaca karyanya.
Kabarnya, Holy Mother ini adalah novel yang menipu. Sebenarnya
bukan menipu, tetapi pembaca yang tertipu. Saya pun termasuk yang tertipu.
Akiyoshi sangat pandai menyembunyikan sesuatu di dalam tulisannya dan itu
menjadi poin plus bagi saya pribadi.
Novel ini diceritakan menggunakan sudut pandang orang
ketiga serbatahu, dari sisi Honami, dua detektif, dan si pembunuh itu sendiri.
Dengan POV 3, pembaca dapat dengan mudah menyelami semua yang dirasakan dan
dipikirkan oleh setiap tokohnya.
Dengan menggunakan gaya bahasa terjemahan yang ringan dan
mengalir, saya sangat menikmati kisah dalam novel ini. Hal lain yang saya
kagumi dari novel ini adalah informasi mengenai kedokteran yang sangat detail. Terlihat
sekali kalau Holy Mother dibuat dengan sangat teliti dan risetnya saya yakin
tidak mudah.
Tuba fallopii itu sangat penting. Pertama, dia
bertugas untuk menerima sel telur yang dikeluarkan oleh indung telur. Kemudian,
dia juga bertugas menerima sperma yang berenang-renang di tuba fallopii. Dia juga
bertugas untuk menumbuhkembangkan sel telur yang sudah dibuahi, dan
mengeluarkannya ke rahim. Meskipun Anda bisa menghasilkan sel telur yang bagus,
kalau tuba fallopiinya ada masalah, kehamilan akan sangat sulit. –hal. 57
Dengan menggunakan alur maju-mundur, Akiyoshi Rikako
berhasil membuat pembaca geregetan dengan tulisannya. Kalau dalam Girls in The
Dark dan The Dead Returns kita diajak menebak siapa pelaku pembunuhan, dalam
Holy Mother ini lain. Pembunuhnya sudah diungkap sejak awal dan jujur saja ini
sempat membuat saya bengong: (Hah? Serius ini pembunuhnya disebut duluan?). Jadi,
kita diajak untuk menebak apa sih yang menjadi alasan si pembunuh melakukan
perbuatan kejinya.
Novel ini menggambarkan kalau perjuangan seorang ibu tidaklah
mudah. Dan saya yakin seorang ibu memang pasti akan melakukan apa pun demi
melindungi anaknya.
Quotes Favorit
Ini adalah salah
satu quotes favorit saya dari Holy Mother:
Seorang ibu sampai kapan pun akan mendukung
anaknya. –hal. 217
Rating
Cover: 4/5
Tema: 5/5
Karakter: 4/5
Alur: 4/5
Konflik: 5/5
Overall: 4.5/5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar