Judul:
A Man about Town
Penulis:
Hyun Go Wun
Penerjemah:
Siti Solehatin
Penerbit: Haru
Penerbit: Haru
Jumlah
halaman: 384 halaman
Tahun
terbit: Juli, 2017
Blurb
Kadang,
ada juga yang terlahir sebagai playboy sepertiku.
Aku
seorang playboy yang selalu mendapatkan cinta dari siapa pun.
Suatu
hari, seorang wanita cantik dan anggun ingin menjodohkan anak gadisnya
denganku. Aku sangat menantikan pertemuan itu. Namun, aku dilanda kekecewaan.
Dari
rambutnya yang diikat sembarangan, kacamata yang menggantung di hidungnya, dan
pipinya yang tembam, dapat disimpulkan bahwa wanita ini bukan tipeku.
Namun,
seorang playboy harus mengukir kenangan indah bagi siapa pun. Aku tetap memujinya
dan mengucapkan kata-kata manis.
Anehnya,
gadis ini bergeming. Dia tak goyah sedikit pun oleh rayuanku, bahkan meledekku.
Apa boleh buat, aku menjadi tertantang.
“Aku
ingin menjalin hubungan denganmu.”
“Terima
kasih karena tertarik padaku. Tapi aku tidak tertarik sedikit pun padamu,”
jawabnya.
Sungguh
sial. Lihat saja nanti, aku pasti bisa menaklukkannya.
Cuplikan Kisah dan Review
Seperti
pada blurb di atas, novel ini berkisah tentang playboy yang dijodohkan dengan
gadis biasa saja. Playboy itu bernama Kim Ha Kyung yang memiliki senyum memikat,
sementara lawannya adalah Lee Min Ju, seorang fotografer.
Kesan
pertama yang Ha Kyung dapatkan saat bertemu Min Ju adalah, dia tahu gadis itu
bukan tipenya. Meski begitu, dia berusaha untuk tetap bersikap manis. Bagaimanapun
juga, dia harus memenangkan hati Min Ju yang terus menerus bersikap sinis.
“Sangat mahir. Sudah berapa lama Anda melakukannya? Maksud saya
kelakuan playboy seperti itu.” –hal. 20
Pertemuan
demi pertemuan kembali terjadi. Seperti yang sering dikatakan banyak orang,
cinta bisa tumbuh jika saling bertemu, tampaknya ini memang terjadi pada mereka
berdua. Buktinya, ketika Min Ju dan Ha Kyung makan di restoran lalu ada banyak
perempuan yang melirik Ha Kyung bahkan menyapa lelaki itu, Min Ju tidak suka. Tapi
seorang Lee Min Ju berjanji untuk tidak takluk pada playboy itu.
“Kenapa hatiku terbakar?” –hal. 58
Ha
Kyung pun mulai sering datang ke studio tempat Min Ju bekerja. Di sana, dia
melihat Min Ju begitu akrab dengan Sang Hyuk—model muda yang tampan. Tanpa sadar,
dia merasa Sang Hyuk adalah saingannya.
“Apakah dia tipe yang disukai Min Ju? Laki-laki itu?” –hal. 97
Suatu
hari, Ha Kyung berjanji pada kakaknya, Sang Kyung, akan datang ke rumah membawa
wanita. Dan dia membawa Min Ju. Itu adalah kali pertama dia membawa perempuan
ke rumah. Min Ju disambut baik di sana, hanya saja dia tidak nyaman dengan
tatapan Hye Won, tunangan Sang Kyung.
Hubungan
Ha Kyung dengan Min Ju pun semakin lama semakin dekat. Meskipun terkadang Ha
Kyung pergi jauh selama beberapa lama, mereka tetap berkomunikasi lewat
telepon. Namun kesalahpahaman pun terjadi. Hubungan mereka menjauh. Ha Kyung
menyibukkan diri di Busan, dan Min Ju gelisah karena lelaki itu tidak
mengabarinya. Tidak tahan menunggu Ha Kyung lebih lama, Min Ju pun menyusul ke
Busan. Tetapi di sana dia malah bertemu dengan Hye Won. Masalah semakin besar.
Bagaimana kelanjutannya? Penasaran? Hihi. Pokoknya
kalian baca saja novelnya. :D
Ini
adalah novel Hyun Go Won yang pertama kali saya miliki. Tema yang diambil
sebenarnya sudah sering muncul di televisi, tentang cowok tampan yang kaya
raya, playboy, jatuh cinta pada cewek biasa. Tetapi menonton tentu saja berbeda
dengan membaca. Jadi meski temanya umum, saya sangat menikmati membaca novel
ini.
Dengan
menggunakan POV ketiga serbatahu, penulis berhasil membuat pembaca mengetahui
semua yang dirasakan tokohnya. Kebetulan tokoh di sini cukup banyak, dan untuk
saya yang hanya sesekali membaca novel Korea agak susah mengingatnya. Tapi tenang,
cerita fokus ke empat tokoh kok: Ha Kyung, Sang Kyung, Min Ju, dan Hye Won.
Karakter
Min Ju yang sinis benar-benar kuat. Saya tidak bisa untuk tidak tertawa saat
mereka berdebat. Ibaratnya, Min Ju akan punya sejuta kalimat yang menohok hati
untuk diucapkan. Dan karakter Ha Kyung yang playboy pun terasa. Saya cukup
sering menonton drakor, jadi amat sangat terbayang bagaimana sikap Ha Kyung
kepada perempuan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya benar-benar manis.
Yang tidak terelakkan adalah takdir kita berdua. –hal. 59
Jangan khawatir. Aku akan menjagamu. –hal. 68
Ketampananku hanya untukmu. –hal. 100
Aku ingin terus menatapmu. –hal. 154
Nah
lho, gimana perempuan nggak meleleh kalau ada cowok tampan dan punya senyum
memikat bicara seperti itu?
Alurnya
tidak terlalu cepat maupun lambat, pas. Dan konfliknya cukup hidup. Membuat saya
sebal sekali kepada Hye Won. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai novel
ini. Saya hanya sedikit terganggu dengan nama tokoh yang mirip-mirip dan narasi
yang mengulang dialog saja. Di luar itu, saya menyukai novel ini. ^^
Quotes
Berhati-hatilah
dengan yang kau inginkan. (hal. 147)
Apakah
dengan berbicara, masalah antara seorang laki-laki dan perempuan bisa selesai? Meski
bukan hal yang mudah, tapi paling tidak harus dicoba. (hal. 225)
Satu-satunya
cara untuk melupakan cinta lama adalah menemukan cinta yang baru. (hal. 238)
Terkadang
cinta memang memperlihatkan kekuatannya di saat-saat yang tidak terduga. (hal.
247)
Anak-anak
memang terkadang bisa sangat pintar. Meski tidak berkata apa pun, tapi
terkadang mereka bisa merasakan dan memahami apa yang dirasakan orangtuanya. (hal.
282)
Karena
cinta, rasanya bahagia hanya dengan bersamanya. (hal. 283)
Tidak
ada yang gratis di dunia ini. Cinta pun tidak bisa didapatkan tanpa usaha. (hal.
337)
Rating
Cover:
4/5
Tema:
3/5
Tokoh:
4/5
Plot:
3/5
Gaya
bahasa: 3/5
Overall:
3.5/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar