Senin, 09 Juli 2018

[Review] Breaking Point




Judul: Breaking Point
Penulis: Pretty Angelia
Editor: Didiet
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 240 halaman
Tahun terbit: 2017

Blurb

[Geta, 17 tahun]

Gue terpaksa ikutan program paket C karena dikeluarkan dari sekolah. Mungkin lo semua heran mantan ketua OSIS kayak gue bisa tersandung kasus berat. Ini masalah prinsip dan gue yakin, gue nggak bersalah. Sebenernya gue sempat malu karena gue pikir bakal ketemu sama orang-orang gagal. Namun setelah masuk kelas itu gue tahu... kata gagal nggak tepat diberikan untuk mereka.

[Vierro, 18 tahun]

Nggak ikut UN gara-gara nggak bisa ninggalin kompetisi catur di Roma. Tetangga ada yang nyeletuk, sepenting itu pertandingan gue sampai rela ikutan paket C yang isinya orang-orang payah? Seenaknya aja dia bilang payah. Gue jelasin juga akan percuma. Gue tahu sebenarnya mereka memang nggak suka sama gue yang punya banyak uang gara-gara catur doang.

[Daniar, 17 tahun]

Penyakit ini nggak akan mengambil semua dariku. Aku bakal sembuh dan kejar cita-citaku dengan sekolah setinggi-tingginya. Program paket C membantuku mewujudkan hal itu.

[Bogel, 20 tahun]

Gue emang dulu bandar narkoba, keluar-masuk penjara. Terus, lo pikir gue nggak boleh punya ijazah?! Enak aja lo ngomong!

*

Ulasan

Breaking Point berkisah tentang beberapa tokoh yang mengikuti program Paket C, ujian keseteraan. Ada Geta, yang ikut Paket C karena dikeluarkan dari sekolah. Ada Daniar, yang mengikuti Paket C karena sakit. Meskipun duduk di kursi roda, namun dia tetap riang dan memiliki semangat tinggi untuk kuliah. Kemudian ada Vierro, yang lebih mementingkan lomba catur di Roma daripada UN. Tidak heran jika orang banyak mencibirnya. Lalu ada Bogel, mantan narapidana. Dulunya, dia adalah bandar narkoba dan sering keluar-masuk penjara. Namun, dia ingin memperbaiki hidup dan salah satu caranya dengan mengambil program Paket C.

Keempat tokoh ini memiliki karakter yang unik, sehingga mereka seolah hidup. Geta, contohnya. Karena keberanian yang dimilikinya, dia berusaha mengungkap kasus korupsi yang dilakukan pihak sekolah terkait dana beasiswa. Namun, karena itu pula dia dikeluarkan.

Selain karakter yang membekas, Breaking Point ini termasuk novel yang mengangkat tema menarik: tentang korupsi, bahaya menyebarkan berita hoax, proses hukum di Indonesia, persahabatan, cinta, dan cita-cita. Paket lengkap, sebutlah begitu. Penulis saya anggap sangat berani mengangkat tema ini. Apalagi, penulis menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti pembaca.

Pembagian bab yang pendek-pendek serta bagian akhir bab yang memunculkan tanda tanya, menurut saya adalah poin plus dari novel ini karena membuat pembaca tidak bisa berhenti membalikkan halaman sebelum teka-teki tertebak.

Tapi saya sedikit terganggu dengan penggunaan kata “kita” di halaan 95, sewaktu Geta menjelaskan hubungannya dengan Rajen kepada Daniar. Sepertinya itu lebih tepat kalau menggunakan kata “kami”? Mohon maaf kalau salah. :D

Quotes Favorit

“Kesempatan kedua memang ada buat yang mau memperjuangkannya.” –hal. 49

“Setiap lo salah pilih, lo bisa mulai dari awaldengan milih pilihan lain. Yang dulu emang masih ada bekasnya tapi karena berbekas itulah dia bisa dijadikan pelajaran.” –hal. 135

“Kalau gue nggak menghadapi risiko, gue nggak akan bisa maju.” –hal. 170

Rating

Cover: 4.5
Tema: 5
Tokoh: 4.5
Konflik: 5
Gaya bahasa: 5
Overall: 4.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar