Judul: Arial vs
Helvetica
Penulis: Nisa Rahmah
Editor: Aditiyo
Haryadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 248 halaman
Tahun terbit: 2018
Blurb
Arial punya cara unik menganalogikan seseorang; dengan
menggunakan karakteristik font style. Meski bernama Arial, dia sendiri ingin
menjadi Helvetica yang disenangi dan menjadi favorit desainer.
Omong-omong soal Helvetica, Arial cukup terkejut saat
bertemu kembali dengan cewek pemilik nama itu. Setelah tiga tahun, Helvy masih
saja mendendam atas kejadian saat mereka bertarung dalam final cerdas cermat
Fisika. Cewek itu terlihat begitu serius, seperti merasa perlu membuktikan
kemampuannya. Apalagi setelah kecelakaan yang menimpa dirinya dan mengakibatkan
ayahnya meninggal dunia, Helvy terlihat sinis memandang kehidupan dan mimpi.
Arial sendiri juga merasa perlu membuktikan kemampuannya
dalam desain grafis patut dibanggakan. Agar pilihannya masuk jurusan multimedia
demi menentang keinginan sang ayah yang seorang dokter, dimaklumi.
Selain pembuktian diri, lomba desain poster juga menjadi
reuni bagi Arial dan Helvetica. Ajang yang membuka kelanjutan kisah keduanya.
Kisah yang membuat mereka mempertanyakan kembali mimpi masing-masing.
*
Ulasan
Arial vs Helvetica berkisah tentang cowok bernama Arial
yang suka menganalogikan seseorang berdasarkan font style. Kebiasaan
uniknya ini muncul karena dia menggeluti bidang desain grafis. Suatu hari, dia
bertemu dengan cewek bernama Helvetica yang lebih suka dipanggil Helvy.
Ada momen buruk di antara mereka yang berkaitan dengan
perlombaan yang mereka ikuti beberapa tahun sebelumnya. Siapa sangka mereka
akan dipertemukan kembali dalam perlombaan lain?
Kedua tokoh utama ini memiliki ambisi yang sama, yaitu
membuktikan kepada seseorang bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik.
*
Saat novel ini akan terbit, saya sempat main ke website
www.gwp.co.id dan membaca sekilas bab awal di sana, jadi sudah
memiliki bayangan novel ini tentang apa. Kak Nisa benar-benar memiliki kepekaan
yang kuat. Bagaimana tidak, ide novel ini berasal dari jenis font! Hal
kecil yang jujur saja sering saya abaikan juga.
Setiap tokohnya memiliki karakter yang memorable. Arial
yang jago dalam bidang desain, to the point dalam menyatakan sesuatu,
tapi dia memiliki karakter kurang baik, yaitu sulit menolak permintaan orang
lain. Lalu ada Helvy yang sangat pintar namun sinis. Dia memiliki trauma
mendalam di masa lalu yang membuatnya jadi menutup diri. Ada pula Fanny,
sahabat Arial, yang cuek dan strong. Fanny ini tipe sahabat baik yang
susah ditemukan deh pokoknya.
Selain keunikan ide, saya juga merasa unik melihat
pembagian bab-nya yang menggunakan kutipan yang diambil dari cerita. Menarik.
Untuk alurnya sendiri cukup padat, semua masalah terselesaikan dengan baik
meskipun ada beberapa bagian yang bagi saya terlalu cepat.
Btw tentang judulnya, mungkin kalian akan berpikir akan
ada banyak sekali permusuhan antara Arial dan Helvetica, sama seperti dugaan
awal saya. Tapi kenyataannya porsi itu tidak terlalu banyak kok. Justru saya
lebih melihat persahabatan mereka.
Kalau kalian ingin membaca novel teenlit yang
nggak banyak membahas cinta tapi lebih tentang mimpi dan keluarga, Arial vs
Helvetica harus kalian baca.
Sebagai orang yang baru membaca tulisan Kak Nisa, saya
cukup dibuat puas dan jadi penasaran sama novel sebelumnya: Carisa dan Kiana.
*
Quotes Favorit
“Sebuah kesalahan harus bertemu dengan kata maaf agar
menjadi ringan.”
–hal. 95
“Seseorang bisa dengan mudah menerima kebenaran yang
menyenangkan. Namun, butuh keberanian yang besar untuk mengakui sebuah
kebenaran yang pahit.”
–hal. 157
Rating
Cover: 4
Tema: 4.5
Tokoh: 4
Konflik:
4
Gaya
bahasa: 4
Overall:
4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar