Senin, 09 Juli 2018

[Review] Arial vs Helvetica




Judul: Arial vs Helvetica
Penulis: Nisa Rahmah
Editor: Aditiyo Haryadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 248 halaman
Tahun terbit: 2018

Blurb

Arial punya cara unik menganalogikan seseorang; dengan menggunakan karakteristik font style. Meski bernama Arial, dia sendiri ingin menjadi Helvetica yang disenangi dan menjadi favorit desainer.

Omong-omong soal Helvetica, Arial cukup terkejut saat bertemu kembali dengan cewek pemilik nama itu. Setelah tiga tahun, Helvy masih saja mendendam atas kejadian saat mereka bertarung dalam final cerdas cermat Fisika. Cewek itu terlihat begitu serius, seperti merasa perlu membuktikan kemampuannya. Apalagi setelah kecelakaan yang menimpa dirinya dan mengakibatkan ayahnya meninggal dunia, Helvy terlihat sinis memandang kehidupan dan mimpi.

Arial sendiri juga merasa perlu membuktikan kemampuannya dalam desain grafis patut dibanggakan. Agar pilihannya masuk jurusan multimedia demi menentang keinginan sang ayah yang seorang dokter, dimaklumi.

Selain pembuktian diri, lomba desain poster juga menjadi reuni bagi Arial dan Helvetica. Ajang yang membuka kelanjutan kisah keduanya. Kisah yang membuat mereka mempertanyakan kembali mimpi masing-masing.

*

Ulasan

Arial vs Helvetica berkisah tentang cowok bernama Arial yang suka menganalogikan seseorang berdasarkan font style. Kebiasaan uniknya ini muncul karena dia menggeluti bidang desain grafis. Suatu hari, dia bertemu dengan cewek bernama Helvetica yang lebih suka dipanggil Helvy.

Ada momen buruk di antara mereka yang berkaitan dengan perlombaan yang mereka ikuti beberapa tahun sebelumnya. Siapa sangka mereka akan dipertemukan kembali dalam perlombaan lain?

Kedua tokoh utama ini memiliki ambisi yang sama, yaitu membuktikan kepada seseorang bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik.

*

Saat novel ini akan terbit, saya sempat main ke website www.gwp.co.id dan membaca sekilas bab awal di sana, jadi sudah memiliki bayangan novel ini tentang apa. Kak Nisa benar-benar memiliki kepekaan yang kuat. Bagaimana tidak, ide novel ini berasal dari jenis font! Hal kecil yang jujur saja sering saya abaikan juga.

Setiap tokohnya memiliki karakter yang memorable. Arial yang jago dalam bidang desain, to the point dalam menyatakan sesuatu, tapi dia memiliki karakter kurang baik, yaitu sulit menolak permintaan orang lain. Lalu ada Helvy yang sangat pintar namun sinis. Dia memiliki trauma mendalam di masa lalu yang membuatnya jadi menutup diri. Ada pula Fanny, sahabat Arial, yang cuek dan strong. Fanny ini tipe sahabat baik yang susah ditemukan deh pokoknya.

Selain keunikan ide, saya juga merasa unik melihat pembagian bab-nya yang menggunakan kutipan yang diambil dari cerita. Menarik. Untuk alurnya sendiri cukup padat, semua masalah terselesaikan dengan baik meskipun ada beberapa bagian yang bagi saya terlalu cepat.

Btw tentang judulnya, mungkin kalian akan berpikir akan ada banyak sekali permusuhan antara Arial dan Helvetica, sama seperti dugaan awal saya. Tapi kenyataannya porsi itu tidak terlalu banyak kok. Justru saya lebih melihat persahabatan mereka.

Kalau kalian ingin membaca novel teenlit yang nggak banyak membahas cinta tapi lebih tentang mimpi dan keluarga, Arial vs Helvetica harus kalian baca.
Sebagai orang yang baru membaca tulisan Kak Nisa, saya cukup dibuat puas dan jadi penasaran sama novel sebelumnya: Carisa dan Kiana.

*

Quotes Favorit

“Sebuah kesalahan harus bertemu dengan kata maaf agar menjadi ringan.”
–hal. 95

“Seseorang bisa dengan mudah menerima kebenaran yang menyenangkan. Namun, butuh keberanian yang besar untuk mengakui sebuah kebenaran yang pahit.”
–hal. 157

Rating
Cover: 4
Tema: 4.5
Tokoh: 4
Konflik: 4
Gaya bahasa: 4
Overall: 4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar