Jumat, 15 September 2017

[Review] Insecure



Judul: Insecure
Penulis: Seplia
Editor: Midya N. Santi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 240 halaman

Blurb
Zee
Jangan menatap luka dan memar di tubuhku.
Jangan berani bertanya apa yang terjadi.
Menjauh saja dariku.
Hanya dengan begitu, aku merasa aman.

Sam
Meski orang lain menganggap otak gue nggak guna,
Setidaknya tubuh gue selalu siap menjadi tameng untuk
Melindungi orang-orang yang gue sayang.
Buat gue, itu lebih dari sekadar berguna!

Zee Rasyid dan Sam Alqori satu bangku di tahun terakhir SMA mereka. Sikap Zee yang tertutup perlahan melunak dengan kehangatan yang ditawarkan Sam.
Apalagi ketika Zee melihat kondisi keluarga Sam yang sederhana, berbeda jauh dari kehidupannya dengan sang mama.
Pelan-pelan kedekatan Zee dan Sam membuat kepribadian masing-masing berubah. Hidup yang mereka jalani tak lagi terasa aman.

Cuplikan Kisah dan Review

Novel ini bercerita tentang dua orang. Zee dan Sam. Masing-masing memiliki masalah yang berhubungan dengan kekerasan.
Zee, diceritakan sebagai anak tunggal yang tinggal berdua dengan mamanya. Rumah Zee besar. Pagarnya sangat tinggi nyaris menyaingi atap. Bukan hanya itu, di halaman juga terdapat banyak patung-patung, membuat suasana semakin muram karena kurang pencahayaan. Hidup Zee memang muram, sama seperti rumahnya. Dia sering disakiti oleh mamanya sampai babak belur.
Hal sekecil apa pun yang memancing kemarahan sang Mama, akan membuatnya terluka. Namun, Zee tidak berani bicara atau mengadu pada siapa-siapa, karena hanya Mama yang dia punya. Papanya meninggalkan mereka dan menikah lagi.

Detik selanjutnya Mama sudah menyeretku dengan kasar kembali. Aku terseok-seok di lantai sambil menjerit. Aku membentur sisi sofa, menabrak meja, pintu, hingga sampai ke kamar mandi. –hal. 90

Di sekolah, Zee satu bangku dengan Sam, cowok yang dikenal pemalas, tapi baik hati. Sam bersahabat dengan Vini, cewek terpintar di kelas. Suatu hari, gelang Zee hilang. Dia berkali-kali mencari tapi tidak ketemu. Sam, yang tahu persis gelang itu menemukannya. Dia mengantarkan gelang itu dan juga nomor ujian ke rumah Zee karena sudah beberapa hari cewek itu tidak sekolah. Saat itulah Sam melihat Zee disiksa oleh mamanya.
Berkat bantuan Sam pula Zee akhirnya bertemu dengan sang Papa. Tapi Mama mengetahui itu dan marah besar, kembali menyiksa Zee sampai nyaris mati. Untung saja cewek itu bisa selamat.
Kalau Zee disiksa mamanya, beda lagi dengan Sam. Dia selalu menjadi saksi ibunya disiksa. Dia berasal dari keluarga biasa saja. Ibunya penjual mi ayam, ayahnya nelayan yang hanya pulang sesekali dan sangat tempramental, dan kakaknya mahasiswi—kuliah pun dengan biaya pas-pasan.
Hampir setiap kali Ayah pulang, Sam melihat ibunya disiksa. Sam melawan. Dia tidak ragu meninju wajah ayahnya sendiri. Jadi, tidak aneh kalau dia pandai berkelahi. Dia akan menghajar siapa saja yang menyakiti orang-orang yang disayanginya. Bahkan dia meninju cowok yang mendekati Vini hanya untuk mendapatkan sontekan ujian.

Pokoknya Sam itu tipe cowok yang keren banget. Emang sih, caranya salah, pakai kekerasan, tapi tetep aja di mata saya dia keren.
Ini kali pertama saya baca karya Seplia. Saya dapat rekomendasi dari beberapa teman, mereka bilang novel ini bagus. Tapi, susah sekali mendapatkannya. Di beberapa toko buku tidak ada, online pun sama. Akhirnya saya menemukan ini di pameran, hehe.
Tulisan Seplia begitu mengalir. Dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti, saya menikmati saat membaca novel ini. Temanya keren dan sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tokoh pun terasa nyata. Saya bahkan berharap benar-benar bisa bertemu mereka. >_<
Saya hanya tidak suka di bagian wali kelas yang bersikap tidak peduli pada Zee. Juga pada saat mama Zee marah karena hal yang ... yah, sebutlah tidak penting. Kurang sreg aja sih, tapi mungkin ini untuk memperkuat karakter mama Zee yang mudah tersulut emosi ya. Selain dua hal itu, saya suka semuaaa!! Keren banget. Feel-nya sampai dan ... oh, udah nggak tahu mau bilang apa. Serius, keren banget. Saya jadi penasaran sama tulisan Seplia yang lain.

Quotes

Ini hanya sebagian quotes yang sempat saya tandai karena keasyikan membaca. Hehehe...

Kita bisa jadi orang yang beda kalau lagi di sisi orang yang kita suka. –hal. 65

Sebab hal yang ragu-ragu tidak akan pernah menjadi sesuatu. –hal. 77

Orang baik bisa berubah jahat kapan pun itu kalau dia terjepit oleh keadaan yang nggak menguntungkan. –hal. 179

Hidup bukanlah susunan kalimat teratur yang sesuai dengan kaidah. Akan ada hal-hal yang terjadi di luar prediksi. Tidak selalu terang dan tidak selalu kelam. Kadang rapi, kadang berantakan. –hal. 180

Perasaan tidak bisa dibeli dan ditawar-tawar. –hal. 212

Ternyata kita tidak bisa belajar untuk mencintai, sebab hati kita akan mencintai dengan sendirinya. Jauh di dalam lubuk hati ini, kita tahu sebenarnya kepada siapa hati kita memilih jatuh. –hal. 212

Kita bisa belajar lebih kuat dari pengalaman buruk. –hal. 237

Rating
Cover: 5/5
Tema: 5/5
Karakter tokoh: 5/5
Plot: 4/5
Gaya bahasa: 5/5

Overall: 4.8/5

Minggu, 10 September 2017

[Blogtour + Giveaway] The Sun is Also a Star



Judul: The Sun is Also a Star
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penerbit: Spring
Jumlah halaman: 384 halaman
Tahun terbit: 2017
ISBN: 978-602-60443-6-5

Blurb

Natasha
Aku hanya seorang gadis yang hanya percaya pada sains dan fakta. Peduli setan dengan takdir, atau cita-cita yang tak akan pernah jadi nyata. Aku jelas-jelas bukan gadis yang bisa jatuh cinta pada seorang pemuda yang kutemui secara acak di jalanan Kota New York. Belum lagi ketika keluargaku akan dideportasi kembali ke Jamaika dalam hitungan dua belas jam. Jatuh cinta, tidak akan pernah menjadi bagian dalam kisahku.

Daniel
Aku selalu menjadi anak yang baik, siswa yang baik, menjalani ekspektasi orangtuaku yang tinggi. Tidak pernah menjadi memimpi, apalagi penulis puisi. Tapi saat aku melihat gadis itu, aku melupakan semuanya. Sesuatu tentang Natasha membuatku berpikir bahwa takdir memiliki sesuatu yang luar biasa ... bagi kami berdua.

Cuplikan Kisah dan Review

Sebelum kita mulai membahas sedikit tentang novel ini, izinkan saya untuk berterima kasih kepada Penerbit Spring yang telah memercayakan saya menjadi host blogtour The Sun is Also a Star. 😊

Kisah dimulai ketika Natasha dan keluarga bersiap untuk kembali ke Jamaika, asal mereka, setelah ketahuan menjadi penduduk ilegal di Amerika. Natasha mencoba untuk mencari bantuan agar mereka tidak dideportasi. Dia lalu mendapatkan kartu nama seorang pengacara terkenal dan mencoba untuk ke sana.

Kalau kemungkinan yang kecil hanya satu-satunya kesempatanmu, kau harus memanfaatkannya. –hal. 46

Dalam perjalanan menuju kantor pengacara itulah Natasha bertemu dengan Daniel. Lebih tepatnya, Daniel yang pertama melihat Natasha. Daniel diceritakan sebagai laki-laki keturunan Amerika-Korea yang lahir di New York, penyuka puisi, dan harus melakukan wawancara di Universitas Yale untuk masuk sekolah kedokteran, seperti yang diinginkan orangtuanya.

Singkat cerita, mereka berkenalan. Daniel mengajak Natasha minum. Mereka pun memasuki kedai kopi dan mulai saling bertukar cerita. Di sinilah terlihat perbedaan karakter mereka. Natasha sangat realistis, sementara Daniel sebaliknya. Meski menyadari perbedaan itu, Daniel tidak begitu saja hilang feeling. Dia malah semakin tertarik.

Pertama-tama, aku tidak suka hal-hal yang sifatnya sementara dan tidak dapat dibuktikan, dan cinta romantis adalah sesuatu yang sifatnya sementara sekaligus tidak dapat dibuktikan. –hal. 91

Natasha bisa melihat ketertarikan Daniel padanya dan dia mengingatkan Daniel untuk tidak jatuh cinta. Tapi Daniel yakin dapat membuat Natasha jatuh cinta.

Bagaimana kalau aku memberitahumu bahwa aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku secara ilmiah? –hal. 94

Hubungan Daniel dan Natasha lambat laun semakin dekat. Mereka makan bersama, karaoke, dan akhirnya bertengkar saat Natasha mengatakan mereka tidak akan mungkin bersama. Sejak awal Natasha tidak mengatakan bahwa dia akan dideportasi malam itu. Daniel marah dan mereka bertengkar.

Yap, saya rasa untuk cuplikan kisahnya tidak perlu terlalu banyak supaya kalian penasaran dengan novel ini. 😁

Ini adalah kali kedua saya membaca tulisan Nicola Yoon, setelah Everything, Everything. Kesan saya saat mendapatkan novel ini tentu saja antusias dan buru-buru ingin membaca. Saya yakin akan mendapatkan semacam “ketenangan” saat membacanya dan benar, novel ini punya sesuatu yang berbeda. Idenya menarik dan unik. Tentang Natasha, gadis yang sangat realistis dan tidak percaya takdir, dan Daniel, kebalikannya.

Karakter Natasha dan Daniel benar-benar terasa nyata. Terlihat dari bagaimana mereka berdialog dan cara mereka berpikir. Di awal-awal, saya merasa alurnya agak slow karena sepertinya memang gaya Nicola Yoon menulis adalah santai dan tenang, konflik tidak menggebu-gebu. Tetapi akhirnya ... saya menemukan sesuatu!! Pertengkaran Natasha dengan Daniel benar-benar menegangkan! Begitu juga pertengkaran Natasha dengan ayahnya. Masalah-masalah itu membuat novel ini terasa lebih hidup dan emosi ikut meningkat. Saya yang tadinya membaca sambil tiduran sampai duduk saat mereka bertengkar karena emosi ikut keluar.

Selain itu, ada hal menarik yang saya temukan dalam novel ini. Apa itu??

Itu adalah ... penggunaan POV dan penyajian bab.

Nicola Yoon menggunakan POV 1 untuk tokoh Natasha dan Daniel secara bergantian, dan POV 3 untuk tokoh lainnya. Bukan hanya itu, novel ini juga menyajikan bab berisi informasi-informasi kepada pembaca, seperti mengenai rambut, multiversum, cinta, takdir dan yang lainnya, membuat saya tidak bosan membacanya. Benar-benar unik! Saya merasa ada pengetahuan baru yang didapat dari novel ini. Kereeen!! Terima kasih Nicola Yoon. 😊

Jangan pikir novel ini hanya kisah percintaan biasa, tidak. Novel ini juga membahas tentang rasa kekeluargaan (saya tidak menceritakannya karena khawatir review akan sangat panjang), kepercayaan, harapan, perjuangan, dan juga mengajarkan kita untuk mensyukuri apa yang kita alami. Ada hukum sebab-akibat atas apa yang terjadi saat ini. Seperti yang dialami oleh Natasha dan Daniel.

Secara keseluruhan saya menyukai novel ini karena begitu unik dan banyak quotes keren. Hanya saja saya kurang sreg dengan proses jatuh cinta yang begitu cepat. Ya, meskipun saya bukan tidak percaya cinta pada pandangan pertama, tapi rasanya meyakini orang yang kita anggap cinta pada pandangan pertama adalah jodoh terlalu ... terburu-buru (?). 

Tapi itu bukan masalah, karena itu selera. Novel ini tetap saya rekomendasikan untuk kalian yang suka kisah manis dan unik. 💖 Dan untuk yang masih mencoba membaca novel terjemahan, tidak perlu khawatir membaca novel ini karena bahasanya cukup ringan. 😊

Quotes

Saat berbagi quotes. Yeay!! Sekadar info, untuk kalian pembaca yang suka quotes, novel ini menyimpan banyak quotes keren, lho. Saya sebutkan beberapa, ya. Ini juga sudah banyak, sih.. 😊

➤ Jangan biarkan kesombongan mengalahkanmu. (hal. 30)
➤ Ada alasan di balik semua yang terjadi. (hal. 44)
➤ Hal baik terjadi pada orang baik. (hal. 44)
➤ Penolakan bukan sesuatu yang mudah. (hal. 53)
➤ Kau tidak bisa membuat orang lain jatuh cinta begitu saja, kan? (hal. 96)
➤ Kita tidak bisa memuaskan semua orang. (hal. 108)
➤ Semua orang sesekali kalah dalam sesuatu. (hal. 130)
➤ Kadang-kadang kebenaran bisa lebih menyakitkan dari yang kau kira. (hal. 131)
➤ Sulit menyayangi seseorang yang tidak balas menyayangimu. (hal. 173)
➤ Tidak ada yang salah dengan memiliki mimpi. (hal. 220)
➤ Kau tidak bisa menjalani kehidupan orang lain. (hal. 224)
➤ Tindakanmu menentukan takdirmu. (hal. 228)
➤ Mimpi tidak akan pernah mati meski si pemimpi sudah mati. (hal. 240)
➤ Hidup tidak memberikan semua yang kau inginkan. (hal. 361)

Rating

Cover: 4/5
Tema: 4/5
Karakter: 4/5
Plot: 3.5/5
Overall: 4/5


Giveaway

Yap, sekarang saatnya giveaway, yeay!! Pasti pada penasaran kan, sama novel The Sun is Also a Star ini? Nah, akan ada satu eksemplar novel ini gratis untuk pemenang. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mengumpulkan kepingan puzzle dari setiap host. Kepingan dari saya adalah ...






Untuk tahu kepingan berikutnya, kalian kunjungi blog host berikutnya, ya. Berikut jadwal host lainnya:


Semua kepingan dikumpulkan di fanpage Penerbit Spring di akhir periode. Rules akan dijelaskan lebih lanjut di sana. Selamat berburu kepingan puzzle, Teman-teman. Semoga beruntung. 😉




Jumat, 08 September 2017

[Review] A Man about Town



Judul: A Man about Town
Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Siti Solehatin
Penerbit: Haru
Jumlah halaman: 384 halaman
Tahun terbit: Juli, 2017

Blurb

Kadang, ada juga yang terlahir sebagai playboy sepertiku.

Aku seorang playboy yang selalu mendapatkan cinta dari siapa pun.
Suatu hari, seorang wanita cantik dan anggun ingin menjodohkan anak gadisnya denganku. Aku sangat menantikan pertemuan itu. Namun, aku dilanda kekecewaan.
Dari rambutnya yang diikat sembarangan, kacamata yang menggantung di hidungnya, dan pipinya yang tembam, dapat disimpulkan bahwa wanita ini bukan tipeku.
Namun, seorang playboy harus mengukir kenangan indah bagi siapa pun. Aku tetap memujinya dan mengucapkan kata-kata manis.
Anehnya, gadis ini bergeming. Dia tak goyah sedikit pun oleh rayuanku, bahkan meledekku. Apa boleh buat, aku menjadi tertantang.

“Aku ingin menjalin hubungan denganmu.”
“Terima kasih karena tertarik padaku. Tapi aku tidak tertarik sedikit pun padamu,” jawabnya.

Sungguh sial. Lihat saja nanti, aku pasti bisa menaklukkannya.


Cuplikan Kisah dan Review

Seperti pada blurb di atas, novel ini berkisah tentang playboy yang dijodohkan dengan gadis biasa saja. Playboy itu bernama Kim Ha Kyung yang memiliki senyum memikat, sementara lawannya adalah Lee Min Ju, seorang fotografer.
Kesan pertama yang Ha Kyung dapatkan saat bertemu Min Ju adalah, dia tahu gadis itu bukan tipenya. Meski begitu, dia berusaha untuk tetap bersikap manis. Bagaimanapun juga, dia harus memenangkan hati Min Ju yang terus menerus bersikap sinis.

“Sangat mahir. Sudah berapa lama Anda melakukannya? Maksud saya kelakuan playboy seperti itu.” –hal. 20

Pertemuan demi pertemuan kembali terjadi. Seperti yang sering dikatakan banyak orang, cinta bisa tumbuh jika saling bertemu, tampaknya ini memang terjadi pada mereka berdua. Buktinya, ketika Min Ju dan Ha Kyung makan di restoran lalu ada banyak perempuan yang melirik Ha Kyung bahkan menyapa lelaki itu, Min Ju tidak suka. Tapi seorang Lee Min Ju berjanji untuk tidak takluk pada playboy itu.

“Kenapa hatiku terbakar?” –hal. 58

Ha Kyung pun mulai sering datang ke studio tempat Min Ju bekerja. Di sana, dia melihat Min Ju begitu akrab dengan Sang Hyuk—model muda yang tampan. Tanpa sadar, dia merasa Sang Hyuk adalah saingannya.

“Apakah dia tipe yang disukai Min Ju? Laki-laki itu?” –hal. 97

Suatu hari, Ha Kyung berjanji pada kakaknya, Sang Kyung, akan datang ke rumah membawa wanita. Dan dia membawa Min Ju. Itu adalah kali pertama dia membawa perempuan ke rumah. Min Ju disambut baik di sana, hanya saja dia tidak nyaman dengan tatapan Hye Won, tunangan Sang Kyung.
Hubungan Ha Kyung dengan Min Ju pun semakin lama semakin dekat. Meskipun terkadang Ha Kyung pergi jauh selama beberapa lama, mereka tetap berkomunikasi lewat telepon. Namun kesalahpahaman pun terjadi. Hubungan mereka menjauh. Ha Kyung menyibukkan diri di Busan, dan Min Ju gelisah karena lelaki itu tidak mengabarinya. Tidak tahan menunggu Ha Kyung lebih lama, Min Ju pun menyusul ke Busan. Tetapi di sana dia malah bertemu dengan Hye Won. Masalah semakin besar.
Bagaimana kelanjutannya? Penasaran? Hihi. Pokoknya kalian baca saja novelnya. :D

Ini adalah novel Hyun Go Won yang pertama kali saya miliki. Tema yang diambil sebenarnya sudah sering muncul di televisi, tentang cowok tampan yang kaya raya, playboy, jatuh cinta pada cewek biasa. Tetapi menonton tentu saja berbeda dengan membaca. Jadi meski temanya umum, saya sangat menikmati membaca novel ini.
Dengan menggunakan POV ketiga serbatahu, penulis berhasil membuat pembaca mengetahui semua yang dirasakan tokohnya. Kebetulan tokoh di sini cukup banyak, dan untuk saya yang hanya sesekali membaca novel Korea agak susah mengingatnya. Tapi tenang, cerita fokus ke empat tokoh kok: Ha Kyung, Sang Kyung, Min Ju, dan Hye Won.
Karakter Min Ju yang sinis benar-benar kuat. Saya tidak bisa untuk tidak tertawa saat mereka berdebat. Ibaratnya, Min Ju akan punya sejuta kalimat yang menohok hati untuk diucapkan. Dan karakter Ha Kyung yang playboy pun terasa. Saya cukup sering menonton drakor, jadi amat sangat terbayang bagaimana sikap Ha Kyung kepada perempuan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya benar-benar manis.

Yang tidak terelakkan adalah takdir kita berdua. –hal. 59

Jangan khawatir. Aku akan menjagamu. –hal. 68

Ketampananku hanya untukmu. –hal. 100

Aku ingin terus menatapmu. –hal. 154

Nah lho, gimana perempuan nggak meleleh kalau ada cowok tampan dan punya senyum memikat bicara seperti itu?
Alurnya tidak terlalu cepat maupun lambat, pas. Dan konfliknya cukup hidup. Membuat saya sebal sekali kepada Hye Won. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai novel ini. Saya hanya sedikit terganggu dengan nama tokoh yang mirip-mirip dan narasi yang mengulang dialog saja. Di luar itu, saya menyukai novel ini. ^^

Quotes

Berhati-hatilah dengan yang kau inginkan. (hal. 147)

Apakah dengan berbicara, masalah antara seorang laki-laki dan perempuan bisa selesai? Meski bukan hal yang mudah, tapi paling tidak harus dicoba. (hal. 225)

Satu-satunya cara untuk melupakan cinta lama adalah menemukan cinta yang baru. (hal. 238)

Terkadang cinta memang memperlihatkan kekuatannya di saat-saat yang tidak terduga. (hal. 247)

Anak-anak memang terkadang bisa sangat pintar. Meski tidak berkata apa pun, tapi terkadang mereka bisa merasakan dan memahami apa yang dirasakan orangtuanya. (hal. 282)

Karena cinta, rasanya bahagia hanya dengan bersamanya. (hal. 283)

Tidak ada yang gratis di dunia ini. Cinta pun tidak bisa didapatkan tanpa usaha. (hal. 337)

Rating

Cover: 4/5
Tema: 3/5
Tokoh: 4/5
Plot: 3/5
Gaya bahasa: 3/5

Overall: 3.5/5

Rabu, 06 September 2017

[Review] The Number You Are Trying to Reach is not Reachable



Judul: The Number You are Trying to Reach is not Reachable
Penulis: Adara Kirana
Penyunting: MB Winata
Penerbit: Bukune
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 298 halaman


Blurb

Kata orang-orang, aku ini genius dan kelewat serius.
Oke, memang koleksi piala dan medali olimpiadeku sedikit lebih banyak dari jumlah perempuan yang dilirik Zeus. Aku masih seusia anak kelas sepuluh, tapi sudah ikut beberapa try out SBMPTN, dan dapat nilai paling tinggi.
Namun, Kak Zahra—guru homeschooling-ku—menganggapku perlu bersosialisasi. Katanya, biar “nyambung” sama orang-orang.
Untuk apa? Aku punya teman kok: Mama, Kak Zahra, Hera, dan ... saudara-saudara yang sering kulupa namanya.

*

The Thirteen Books of Euclid’s Elements. Buku itu bisa kamu dapat asal kamu mau masuk SMA,” tantang Kak Zahra suatu hari.
Tidak mungkin. Itu kan, buku legendaris yang ditulis sejak abad ketiga sebelum Masehi. Aku ingin sekali mengoleksi dan mempelajarinya sendiri. Rasanya pasti memuaskan.
“Oke, aku coba satu semester, ya,” jawabku mantap.
Demi buku itu, bolehlah aku jalani hidup sebagai anak SMA biasa. Lagi pula, sesulit apa “nyambung” sama orang-orang?


Cuplikan Kisah dan Review

Novel dengan judul yang sangat panjang (yang saya punya) ini bercerita tentang Aira, seorang cewek antisosial yang ditantang masuk SMA agar mendapatkan buku impiannya.
Selama ini Aira homeschooling. Dia hanya pernah sekolah satu kali, yaitu ketika SD. Tetapi karena dia tidak sebanding dengan teman-teman sebaya dan sering dibilang aneh karena sangat genius, dia pun mulai homeschooling. Awalnya Aira tidak mau masuk sekolah biasa, tapi karena buku impiannya hanya bisa didapat jika dia mengikuti lomba cerdas cermat, dia pun setuju.
Ada tiga teman Aira yang menjadi pusat dalam cerita ini. Mereka adalah Kalila yang jago melukis, Rio si Guru Bahasa Gaul Aira, dan Arka, guru kelas tambahan.
Selama bersekolah, Aira lebih banyak berinteraksi dengan mereka. Awalnya dia banyak tidak mengerti bahasa-bahasa gaul seperti cabut, kuy, modus, dan lain sebagainya. Untung saja ada Rio yang bersedia mengajarinya jadi Aira bisa mengikuti obrolan orang, alias nyambung.

“Aira, kayaknya si Rio modus sama lo, deh,” kata Kesha tiba-tiba.
“Nilai terbanyak?” tanyaku.
“Hah?”
“Modus,” ulangku, menatap Kesha dengan bingung. (hal.43)

Karena tidak mau dinilai aneh oleh teman-temannya dan dijauhi, Aira sengaja menutup diri dan tidak menunjukkan kalau dia sebenarnya (sangat) pintar. Sampai akhirnya dia mengikuti tes seleksi cerdas cermat dan mendapat nilai sempurna. Kalila, yang juga mengikuti tes itu merasa dibohongi. Begitu juga dengan Rio yang mendaftarkan Aira ke kelas tambahan. Tapi bedanya, Rio memaafkan Aira, dan Kalila tidak.
Sejujurnya, saya agak pemilih dalam membeli “novel Wattpad”. Masalahnya, kali pertama saya membaca novel Wattpad, saya dibuat kecewa karena tanda baca yang berantakan. Tapi kemudian saya mendapat rekomendasi teman tepercaya untuk membeli novel yang sejak terbit sudah menarik perhatian saya dengan cover dan judul panjangnya ini.
Dan apa yang saya rasakan?
Asyik.
Novel ini ditulis dengan bahasa yang sangat ringan dan mengalir, sampai-sampai saya tidak terasa membacanya tahu-tahu sudah setengah buku. Karakter Aira saya rasakan sangat kuat. Adara Kirana benar-benar menunjukkan kepada pembaca kalau Aira ini genius, antisosial, dan nyata.
Sebelum membeli novel ini saya sudah pernah membaca tulisan Adara Kirana berupa cerpen yang terbit di akun Wattpad sebuah penerbit. Satu hal yang saya tahu sejak membaca tulisannya adalah, ada pesan yang ingin dia sampaikan. Hal itu saya temukan dalam novel ini.
Novel ini menyimpan banyak pesan, mulai dari menjadi diri sendiri, jangan takut bersosialisasi, dan berani untuk jujur. Masih banyak pesan-pesan lainnya yang membuat kita merasa diingatkan.
Hanya saja saya kurang nyaman dengan konfliknya. Ceritanya memang mengalir, tapi saking mengalirnya, saya tidak merasakan sesuatu yang menggebu-gebu saat membaca atau bisa dibilang ... datar. Saya juga merasa kecerdasan mamanya Aira tampak tidak natural, berbeda dengan Aira. Dan saya menemukan beberapa saltik (typo) dalam novel ini, yang paling sering adalah mendengkus. Setahu saya seharusnya mendengus.
Meski demikian, secara keseluruhan, saya menyukai novel ini karena menyimpan banyak pesan yang jarang saya temukan dalam novel remaja lain.

Quotes

Percuma kalau kamu pintar, tapi kamu enggak bisa bersosialisasi dengan baik. Hal. 4

Memangnya kalau kita membicarakan orang-orang—apalagi yang buruk-buruknya—
kita akan memperoleh manfaat? Hal. 13

Hidup enggak selalu tentang nilai. Hal. 18

Lagian, pelajaran enggak cuma didapetin dari buku. Lo juga bisa belajar dari orang-orang di sekitar lo. Bahkan, ada beberapa pelajaran yang cuma bisa lo dapetin dari pengalaman langsung. Hal. 20

Lo lebih percaya sama beberapa lembar uang buat kunci jawaban dibanding kemampuan otak lo sendiri? hal. 30

Siapa tahu aja, kalau kamu milih buat keluar dan jadi diri kamu sendiri, kamu malah bisa lebih baik. Hal. 202

Orang yang bener-bener temen kita, enggak bakal mungkin marah lama-lama. Hal. 206

Kalau kita panik, kemampuan berpikir kita juga akan menurun. Hal. 209

Rating

Cover: 5/5
Tema: 5/5
Tokoh: 4/5
Plot: 3/5
Gaya bahasa: 4/5

Overall: 3.8/5