Judul: Insecure
Penulis: Seplia
Editor: Midya N. Santi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 240 halaman
Blurb
Zee
Jangan menatap luka dan memar di tubuhku.
Jangan berani bertanya apa yang terjadi.
Menjauh saja dariku.
Hanya dengan begitu, aku merasa aman.
Sam
Meski orang lain menganggap otak gue nggak guna,
Setidaknya tubuh gue selalu siap menjadi tameng untuk
Melindungi orang-orang yang gue sayang.
Buat gue, itu lebih dari sekadar berguna!
Zee Rasyid dan Sam Alqori satu bangku di tahun terakhir
SMA mereka. Sikap Zee yang tertutup perlahan melunak dengan kehangatan yang
ditawarkan Sam.
Apalagi ketika Zee melihat kondisi keluarga Sam yang
sederhana, berbeda jauh dari kehidupannya dengan sang mama.
Pelan-pelan kedekatan Zee dan Sam membuat kepribadian
masing-masing berubah. Hidup yang mereka jalani tak lagi terasa aman.
Cuplikan Kisah dan Review
Novel ini bercerita tentang dua orang. Zee dan Sam. Masing-masing
memiliki masalah yang berhubungan dengan kekerasan.
Zee, diceritakan sebagai anak tunggal yang tinggal berdua
dengan mamanya. Rumah Zee besar. Pagarnya sangat tinggi nyaris menyaingi atap. Bukan
hanya itu, di halaman juga terdapat banyak patung-patung, membuat suasana
semakin muram karena kurang pencahayaan. Hidup Zee memang muram, sama seperti
rumahnya. Dia sering disakiti oleh mamanya sampai babak belur.
Hal sekecil apa pun yang memancing kemarahan sang Mama,
akan membuatnya terluka. Namun, Zee tidak berani bicara atau mengadu pada
siapa-siapa, karena hanya Mama yang dia punya. Papanya meninggalkan mereka dan
menikah lagi.
Detik selanjutnya Mama sudah menyeretku dengan
kasar kembali. Aku terseok-seok di lantai sambil menjerit. Aku membentur sisi
sofa, menabrak meja, pintu, hingga sampai ke kamar mandi. –hal. 90
Di sekolah, Zee satu bangku dengan Sam, cowok yang
dikenal pemalas, tapi baik hati. Sam bersahabat dengan Vini, cewek terpintar di
kelas. Suatu hari, gelang Zee hilang. Dia berkali-kali mencari tapi tidak
ketemu. Sam, yang tahu persis gelang itu menemukannya. Dia mengantarkan gelang
itu dan juga nomor ujian ke rumah Zee karena sudah beberapa hari cewek itu
tidak sekolah. Saat itulah Sam melihat Zee disiksa oleh mamanya.
Berkat bantuan Sam pula Zee akhirnya bertemu dengan sang
Papa. Tapi Mama mengetahui itu dan marah besar, kembali menyiksa Zee sampai
nyaris mati. Untung saja cewek itu bisa selamat.
Kalau Zee disiksa mamanya, beda lagi dengan Sam. Dia selalu
menjadi saksi ibunya disiksa. Dia berasal dari keluarga biasa saja. Ibunya penjual
mi ayam, ayahnya nelayan yang hanya pulang sesekali dan sangat tempramental,
dan kakaknya mahasiswi—kuliah pun dengan biaya pas-pasan.
Hampir setiap kali Ayah pulang, Sam melihat ibunya
disiksa. Sam melawan. Dia tidak ragu meninju wajah ayahnya sendiri. Jadi, tidak
aneh kalau dia pandai berkelahi. Dia akan menghajar siapa saja yang menyakiti
orang-orang yang disayanginya. Bahkan dia meninju cowok yang mendekati Vini
hanya untuk mendapatkan sontekan ujian.
Pokoknya Sam itu tipe cowok yang keren banget. Emang sih,
caranya salah, pakai kekerasan, tapi tetep aja di mata saya dia keren.
Ini kali pertama saya baca karya Seplia. Saya dapat
rekomendasi dari beberapa teman, mereka bilang novel ini bagus. Tapi, susah
sekali mendapatkannya. Di beberapa toko buku tidak ada, online pun sama.
Akhirnya saya menemukan ini di pameran, hehe.
Tulisan Seplia begitu mengalir. Dengan bahasa yang ringan
dan mudah dimengerti, saya menikmati saat membaca novel ini. Temanya keren dan
sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tokoh pun terasa nyata.
Saya bahkan berharap benar-benar bisa bertemu mereka. >_<
Saya hanya tidak suka di bagian wali kelas yang bersikap
tidak peduli pada Zee. Juga pada saat mama Zee marah karena hal yang ... yah,
sebutlah tidak penting. Kurang sreg aja sih, tapi mungkin ini untuk memperkuat
karakter mama Zee yang mudah tersulut emosi ya. Selain dua hal itu, saya suka
semuaaa!! Keren banget. Feel-nya sampai dan ... oh, udah nggak tahu mau
bilang apa. Serius, keren banget. Saya jadi penasaran sama tulisan Seplia yang
lain.
Quotes
Ini hanya sebagian quotes yang sempat saya tandai karena
keasyikan membaca. Hehehe...
Kita bisa jadi orang yang beda kalau lagi di sisi orang
yang kita suka. –hal. 65
Sebab hal yang ragu-ragu tidak akan pernah menjadi
sesuatu. –hal. 77
Orang baik bisa berubah jahat kapan pun itu kalau dia
terjepit oleh keadaan yang nggak menguntungkan. –hal. 179
Hidup bukanlah susunan kalimat teratur yang sesuai dengan
kaidah. Akan ada hal-hal yang terjadi di luar prediksi. Tidak selalu terang dan
tidak selalu kelam. Kadang rapi, kadang berantakan. –hal. 180
Perasaan tidak bisa dibeli dan ditawar-tawar. –hal. 212
Ternyata kita tidak bisa belajar untuk mencintai, sebab
hati kita akan mencintai dengan sendirinya. Jauh di dalam lubuk hati ini, kita
tahu sebenarnya kepada siapa hati kita memilih jatuh. –hal. 212
Kita bisa belajar lebih kuat dari pengalaman buruk. –hal.
237
Rating
Cover: 5/5
Tema: 5/5
Karakter tokoh: 5/5
Plot: 4/5
Gaya bahasa: 5/5
Overall: 4.8/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar