Sabtu, 08 Oktober 2022

Penaka

PENAKA

 

Penulis: Altami ND

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2022

 

Blurb

Pernikahannya memang baru berumur dua tahun, tapi Sofia sudah mau menyerah saja. Suaminya tidak hanya kecanduan game online, tapi juga super berantakan. Laksana bahkan beberapa kali membahayakan anak mereka tanpa sadar. Ngawur!

Karena tidak mau terjebak lebih lama, Sofia minta cerai. Ia bertekad mewujudkan impiannya agar tidak lagi merasa ketinggalan dari orang-orang di sekelilingnya. Namun, sehari setelah berikrar siap menjadi single parent, Sofia terbangun dan menyadari dirinya berubah menjadi... botol minum!

Sofia panik. Ia tiba-tiba berubah menjadi kucing, anjing, atau orang asing. Situasi ini membingungkan. Apalagi ketika ia menemukan rahasia-rahasia tak terduga dari orang-orang terdekatnya.

Lalu, bagaimana dengan rencana-rencana hidupnya? Bagaimana nasib anak semata wayangnya yang masih balita? Sofia harus segera menemukan cara untuk bisa kembali ke wujud asalnya.

 

Ulasan

Diceritakan Sofia adalah seorang ibu rumah tangga dengan satu anak balita yang sebal karena suaminya, Laksana, terlalu fokus dengan ponselnya untuk main game. Sofia gemas terhadap kebiasaan sang suami, apalagi ketika dititipkan Raisa, anak mereka, Laksana malah lalai sampai membuat anak itu terluka. Gara-gara suaminya sudah keterlaluan, akhirnya Sofia minta cerai.

“Hobi itu kegiatan sampingan, Jen. Kalau sampai mengganggu yang utama, itu sudah nggak bisa disebut hobi, tapi distraksi. Kalau udah nikah harus punya prioritas dong.” (hal. 41) 

Setelah minta cerai, dia malah berubah menjadi botol minum Laksana yang ikut pergi ke kantor. Di sana dia melihat bagaimana sang suami melewati pekerjaan. Setelah itu dia berubah lagi menjadi kucing, Jena (sahabatnya), anjing, nenek-nenek, gadis remaja... yah pokoknya random! Terkesan random, padahal Sofia itu berubah menjadi hal-hal yang muncul di kehidupannya. Ini keren sih, karena tokoh tambahan pun punya peranan penting dalam plot.

Di awal membaca novel ini, saya benar-benar dibuat kesal oleh Laksana. Dia tuh nggak peka dan sibuuuk terus sama hapenya! Saya pernah sih ada di posisi Sofia. Lagi butuh waktu untuk sekadar mandi atau makan, tapi ngelihat suami malah sibuk pegang hape, dan akhirnya saya bilang, “Kalau sibuk sama hape terus, nikah aja sama hape!”. Wkwk.

Balik ke novel Penaka, di sini tuh kalau Sofia dan Laksana ngobrol, selalu aja ending-nya malah bertengkar. Kebetulan saya memang dibesarkan oleh keluarga yang buruk komunikasinya. Yang satu pengennya dimengerti tanpa bilang, yang satu lagi nggak pekanya kebangetan. Akhirnya bertengkar tuh udah bukan lagi bumbu penyedap rumah tangga, tapi menu utama! Jadinya, ketika ‘melihat’ kehidupan Sofia dan Laksana di Penaka ini, ya benar-benar nyata. Berasa jadi Raisa! Wkwk.

Duh, maafkan nih, diselingi curcol, hehe.

Gaya bahasa di novel ini ngalir banget, jadinya pas baca tuh nggak terasa tahu-tahu udah halaman atau bab sekian. Apalagi memang konflik rumah tangga yang memang nggak mengada-ada. Karena banyak teman-teman saya juga yang mengeluh suaminya kalau udah main game atau nonton bola, main futsal, lupa segalanya.

Tadinya saya sempat khawatir ceritanya bakalan pincang karena novel ini dilihat dari sudut pandang Sofia, tetapi ternyata Laksana ikut berubah juga, lho! Dia berubah jadi anak kecil, petugas kebersihan, bahkan monyet. Gara-gara Laksana ikut berubah, pandangannya tentang rumah tangga dan repotnya seorang istri di rumah pun akhirnya diketahui. Jadinya bisa saling paham. Karena memang ya... komunikasi itu penting!

Dan novel ini tuh jadi penting juga untuk dibaca untuk kalian kaum Adam maupun Hawa.

Kalian belum nikah? Baca ini! Supaya dapat gambaran kalau menikah tuh nggak cuma uwu-uwu doang.

Kalian udah nikah? Baca ini! Ada banyak quotes keren yang bikin kita merenung dan tertampar, lalu bikin kita pengen introspeksi diri demi mempertahankan pernikahan.

 “Semua orang punya medan perangnya masing-masing. Pun yang terlihat bahagia, bukan berarti mereka selalu baik-baik saja.” (hal. 181)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar