Judul: A Sweet Mistake
Penulis: Vevina Aisyahra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 248 halaman
Blurb
Bagi Liona, Rey adalah mahasiswa abadi yang selalu
sentimen padanya, cowok yang tidak punya masa depan. Rey hanya beruntung karena
memiliki keluarga kaya dan bisa mencukupi kebutuhan hidup tanpa harus
repot-repot bekerja. Tapi anehnya, cowok itu mampu membuat sahabat Liona
tergila-gila. Apa bagusnya sih?
Sementara bagi Rey, Liona adalah tetangga pembawa sial.
Gadis tanpa ekspresi yang sok cook dan menyebalkan. Tapi anehnya pula,
teman-teman Rey malah menyukai cewek muka papan itu. Di mana menariknya, coba?
Suatu hari Rey mendapat ide cemerlang untuk mengerjai
Liona. Rencana itu dianggapnya akan menjadi tebusan paling manis atas rasa
tidak sukanya selama ini. Dan Liona berhasil masuk ke dalam perangkap yang
dibuat Rey.
Namun, benang takdir ternyata punya rencana lain. Tak
hanya Liona, tapi Rey juga terperangkap. Tak menolak.
Akankah hal tersebut membawa keduanya pada akhir yang bahagia?
Atau malah menjadi kehancuran bagi keduanya?
Kilasan Kisah dan
Ulasan
A Sweet Mistake berkisah tentang Liona yang memiliki
musuh bebuyutan bernama Rey. Mereka bertetangga dan juga satu kampus. Bedanya,
Liona adalah mahasiswa rajin yang sedang memperjuangkan skripsi, sementara Rey
mahasiswa abadi.
Suatu malam, Rey dan teman-temannya merencanakan ide
untuk menjaili Liona. Mereka penasaran ingin melihat cewek itu menangis.
Sebagai info, Liona ini memang dikenal sebagai cewek muka papan alias datar dan
tidak punya ekspresi. Rey pun melakukan ide gila yang direncanakannya itu, tapi
sayangnya malah berbuntut masalah serius yang memaksa mereka menikah.
Setelah sepasang musuh itu menikah, perdebatan dan
pertengkaran pun tak terelakkan. Selalu ada saja hal yang membuat keduanya
bertengkar. Tapi yang tidak saya duga, Rey akhirnya mengusulkan gencatan
senjata. Mereka mencoba “bekerja sama” agar terlihat normal. Konflik bukan
hanya dari sisi Rey dan Liona, tapi juga Liona dan ayahnya.
*
Ini adalah kali pertama saya membaca karya Kak Rara yang
ternyata sudah namanya sangat dikenal di dunia oranye. Dan saya puas. Saya
selalu senang dengan penulis yang berhasil membuat saya merasa nyaman saat
membaca karyanya. Yah, ini sih emang nggak aneh. Tapi untuk karya debut yang
lahir di penerbit mayor, apalagi menjadi juara tiga, tentu ini jadi nilai plus
sendiri dari saya.
A Sweet Mistake ini memiliki tema besar yang sebenarnya
umum: benci jadi cinta. Tapi, ada keunikan tersendiri yang saya rasakan, yaitu
tentang pernikahan yang terjadi karena dua orang dewasa muda berduaan dalam
tempat yang minim cahaya.
Mungkin, bagi sebagian orang ini hal ini terlalu
dipaksakan atau tidak masuk akal. Namun, bagi saya ini justru menarik. Saya
juga memiliki teman yang dinikahkan orangtuanya karena ketahuan jalan berdua
dengan laki-laki. Dan... yah, jadi menurut saya masuk akal. Apalagi kakek Rey
adalah sosok yang religius.
Novel ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang
orang ketiga. Jadi, pembaca bisa dengan mudah mengetahui pikiran dan perasaan
seluruh tokoh. Apalagi, gaya bahasa yang digunakan sangat ringan. Jauh berbeda
dengan novel YA yang biasa saya baca—biasanya baku mirip terjemahan.
Tokoh-tokohnya memang tidak berhasil membuat saya
mengistimewakan mereka, tapi interaksi yang mengalir di antara mereka begitu
natural. Saya suka bagaimana Rey dan Liona perlahan menjadi akur.
Hanya saja, saya sedikit terganggu dengan konflik Liona
dengan ayahnya. Entahlah, rasanya alasan sang Ayah membenci Liona ini kurang kuat
dan penyelesaiannya pun terlalu cepat.
Secara keseluruhan, saya menyukai novel ini dan
merekomendasikannya kepada kalian yang senang dengan kisah benci jadi cinta.
“Memendam hanya akan nyakitin diri lo sendiri.”
–hal. 213
Rating
Cover: 3.5/5
Tema: 4/5
Gaya bahasa: 4/5
Konflik: 3.8/5
Plot: 4/5
Overall: 4/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar