Kamis, 06 Juli 2017

[Review] Mahardikans



Judul: Mahardikans
Penulis: Resti Dahlan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 280 halaman
Tahun terbit: 2017

BLURB

“Pertama, nggak ada yang boleh tau tentang hubungan kita. Kedua, jangan ajak gue ngobrol di sekolah. Dan ketiga, terserah lo mau berteman sama siapa aja di sekolah. Asalkan ... dia bukan anak IIS.”

Kekey sudah menduga kehidupannya akan semakin suram karena terpaksa satu sekolah dengan Elgo, musuh bebuyutannya. Tapi dia tidak menyangka rasanya akan seneraka ini. apalagi setelah ia bertemu Arky, seniornya yang super ramah dan Zammar, artis idolanya sejak kecil yang ternyata anak IIS.

Ditambah lagi permusuhan dua kubu SMA Mahardika. Elgo, Derrick, Endru, dan Abim dari kubu MIA. Sedangkan Arky, Zammar, Kevin dari kubu IIS. Kekey yang tidak tahu apa-apa mendadak terseret ke dalam pusaran pelik itu.

Apa yang harus Kekey lakukan?

Cuplikan Kisah dan Review

Cerita dimulai ketika Kekey masuk SMA Mahardikan. Di hari pertama bersekolah, Kekey melihat kerumunan di lapangan sekolah. Dia berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi dan ternyata Elgo (musuh bebuyutannya) sedang “bermain-main” dengan tas siswa yang tidak mengikuti kegiatan LOS (Layanan Orientasi Siswa, dulu MOS). Kekey yang geram pun maju untuk mengambil tas yang dilempar ke ring basket itu. Dengan menggunakan tongkat, Kekey berusaha membuat tas itu jatuh, namun selalu gagal. Sampai akhirnya Arky datang membantu.
Melihat interaksi Kekey dan Arky, Elgo kesal. Dia pun mengingatkan Kekey tentang peraturan ketiga, bahwa Kekey tidak boleh berteman dengan anak IIS. Arky berasal dari IIS, otomatis Kekey wajib menjauhi.
Aneh kan? Musuh bebuyutan tapi memberi peraturan yang Kekey terpaksa ikuti? Memangnya siapa sebenarnya Elgo dan kenapa Kekey menurut? Penasaran? :D
(Yap, yang memberi peraturan aneh itu Elgo. Sebenarnya saya tidak mau mengungkap ini tapi agak sulit mereviewnya kalau ditutup-tutupi. Maaf Resti. ^^)
Meski sadar kalau seharusnya Kekey menjauh dari Arky, nyatanya mereka selalu bertemu kembali. Terlebih ketika Kekey mengenal Zammar, sahabat Arky dan juga artis yang diidolakan Kekey sejak kecil. Kekey semakin tidak punya alasan untuk menjauhi mereka. Tidak peduli dengan peraturan Elgo.
Kisah terus berlanjut sampai akhirnya konflik semakin pelik. Ternyata Kekey-Elgo-Arky-Zammar memiliki keterkaitan.
Membaca novel ini seperti membaca novel detektif. Penuh dengan teka-teki. Sebagian orang mengatakan bingung di bagian awal dengan masalah-masalah yang muncul, tetapi karena saya sempat membaca cuplikan bab awalnya, saya tahu bahwa saya hanya perlu bersabar karena yakin akan ada kejutan. ^^
Walaupun termasuk kategori teenlit, tetapi novel ini bukan sekadar cinta-cintaan anak remaja. Malah bisa dibilang bagian percintaan hanya sedikit. Novel ini lebih dalam lagi. Tentang persahabatan dan keluarga.
Tokoh tambahan yang sangat banyak—terutama saat Kekey baru masuk kelas dan banyak yang bertanya padanya tentang kejadian di lapangan. Kebanyakan dari mereka hanya muncul sekali dan setelahnya hilang. Sangat disayangkan.
Meski demikian, karakter Kekey-Elgo-Arky begitu kuat sampai-sampai saya merasa mereka nyata. Hanya saja, saya agak kurang sreg dengan tokoh Zammar, yang awalnya diceritakan sebagai cowok dingin, namun saat di sekolah dan berinteraksi dengan Kekey, sikap itu tidak terasa. Dia malah terkesan ramah seperti Arky.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, novel ini seperti novel detektif, membuat pembaca terus menerka-nerka apa hubungan Kekey-Elgo-Arky-Zammar. Konfliknya cukup pelik, namun terselesaikan dengan baik meskipun terasa sangat cepat.
Dan sayangnya, sampai ending saya masih memiliki banyak pertanyaan tentang novel ini. Mengapa sepertinya guru tidak ada yang bisa bersikap tegas pada Elgo cs? Pak Dirga bahkan membiarkan Kekey berusaha menurunkan tas dari ring dan yang menolongnya adalah Arky, bukan Pak Dirga, guru di sekolah itu.
Lalu, sebenarnya apa masalah anak MIA dan IIS yang selalu bermusuhan? Saya mungkin terlewat informasi penting tentang hal ini.
Kenapa Tante Diba bisa bertindak “seperti itu” pada Kekey padahal dia tahu Kekey adalah orang yang penting dalam hidupnya? Memang, disebutkan alasannya, tapi kok saya kurang bisa menerima. L
Meski begitu, secara keseluruhan saya sangat menyukai novel ini karena beda dari novel teenlit lainnya yang pernah saya baca.  ^^

QUOTES

Sekeras apa pun dicari, walau di depan mata, nggak akan ketemu kalau memang bukan kehendak Tuhan. Sekecil apa pun, walau di tempat terpencil, bakal terlihat kalau memang kehendak Tuhan. (hal. 238)

Lo punya kendali penuh atas diri lo sendiri. Lo bisa milih, mau hancur atau bangkit. (hal. 257)

RATING

Cover: 3.5/5
Tema: 4/5
Karakter tokoh: 4/5
Gaya bahasa: 4/5
Plot: 4/5

Overall: 4/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar