Judul:
Mahardikans
Penulis:
Resti Dahlan
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Jumlah
halaman: 280 halaman
Tahun terbit:
2017
BLURB
“Pertama,
nggak ada yang boleh tau tentang hubungan kita. Kedua, jangan ajak gue ngobrol
di sekolah. Dan ketiga, terserah lo mau berteman sama siapa aja di sekolah.
Asalkan ... dia bukan anak IIS.”
Kekey sudah
menduga kehidupannya akan semakin suram karena terpaksa satu sekolah dengan
Elgo, musuh bebuyutannya. Tapi dia tidak menyangka rasanya akan seneraka ini.
apalagi setelah ia bertemu Arky, seniornya yang super ramah dan Zammar, artis
idolanya sejak kecil yang ternyata anak IIS.
Ditambah lagi
permusuhan dua kubu SMA Mahardika. Elgo, Derrick, Endru, dan Abim dari kubu
MIA. Sedangkan Arky, Zammar, Kevin dari kubu IIS. Kekey yang tidak tahu apa-apa
mendadak terseret ke dalam pusaran pelik itu.
Apa yang
harus Kekey lakukan?
Cuplikan Kisah dan Review
Cerita
dimulai ketika Kekey masuk SMA Mahardikan. Di hari pertama bersekolah, Kekey
melihat kerumunan di lapangan sekolah. Dia berusaha untuk mencari tahu apa yang
terjadi dan ternyata Elgo (musuh bebuyutannya) sedang “bermain-main” dengan tas
siswa yang tidak mengikuti kegiatan LOS (Layanan Orientasi Siswa, dulu MOS).
Kekey yang geram pun maju untuk mengambil tas yang dilempar ke ring basket itu.
Dengan menggunakan tongkat, Kekey berusaha membuat tas itu jatuh, namun selalu
gagal. Sampai akhirnya Arky datang membantu.
Melihat
interaksi Kekey dan Arky, Elgo kesal. Dia pun mengingatkan Kekey tentang
peraturan ketiga, bahwa Kekey tidak boleh berteman dengan anak IIS. Arky
berasal dari IIS, otomatis Kekey wajib menjauhi.
Aneh kan?
Musuh bebuyutan tapi memberi peraturan yang Kekey terpaksa ikuti? Memangnya
siapa sebenarnya Elgo dan kenapa Kekey menurut? Penasaran? :D
(Yap, yang
memberi peraturan aneh itu Elgo. Sebenarnya saya tidak mau mengungkap ini tapi
agak sulit mereviewnya kalau ditutup-tutupi. Maaf Resti. ^^)
Meski sadar
kalau seharusnya Kekey menjauh dari Arky, nyatanya mereka selalu bertemu
kembali. Terlebih ketika Kekey mengenal Zammar, sahabat Arky dan juga artis
yang diidolakan Kekey sejak kecil. Kekey semakin tidak punya alasan untuk
menjauhi mereka. Tidak peduli dengan peraturan Elgo.
Kisah terus
berlanjut sampai akhirnya konflik semakin pelik. Ternyata
Kekey-Elgo-Arky-Zammar memiliki keterkaitan.
Membaca novel
ini seperti membaca novel detektif. Penuh dengan teka-teki. Sebagian orang
mengatakan bingung di bagian awal dengan masalah-masalah yang muncul, tetapi
karena saya sempat membaca cuplikan bab awalnya, saya tahu bahwa saya hanya
perlu bersabar karena yakin akan ada kejutan. ^^
Walaupun
termasuk kategori teenlit, tetapi novel ini bukan sekadar cinta-cintaan
anak remaja. Malah bisa dibilang bagian percintaan hanya sedikit. Novel ini
lebih dalam lagi. Tentang persahabatan dan keluarga.
Tokoh
tambahan yang sangat banyak—terutama saat Kekey baru masuk kelas dan banyak
yang bertanya padanya tentang kejadian di lapangan. Kebanyakan dari mereka
hanya muncul sekali dan setelahnya hilang. Sangat disayangkan.
Meski
demikian, karakter Kekey-Elgo-Arky begitu kuat sampai-sampai saya merasa mereka
nyata. Hanya saja, saya agak kurang sreg dengan tokoh Zammar, yang awalnya
diceritakan sebagai cowok dingin, namun saat di sekolah dan berinteraksi dengan
Kekey, sikap itu tidak terasa. Dia malah terkesan ramah seperti Arky.
Seperti yang
sudah saya sebutkan di atas, novel ini seperti novel detektif, membuat pembaca
terus menerka-nerka apa hubungan Kekey-Elgo-Arky-Zammar. Konfliknya cukup pelik,
namun terselesaikan dengan baik meskipun terasa sangat cepat.
Dan
sayangnya, sampai ending saya masih memiliki banyak pertanyaan tentang
novel ini. Mengapa sepertinya guru tidak ada yang bisa bersikap tegas pada Elgo
cs? Pak Dirga bahkan membiarkan Kekey berusaha menurunkan tas dari ring dan
yang menolongnya adalah Arky, bukan Pak Dirga, guru di sekolah itu.
Lalu,
sebenarnya apa masalah anak MIA dan IIS yang selalu bermusuhan? Saya mungkin
terlewat informasi penting tentang hal ini.
Kenapa Tante
Diba bisa bertindak “seperti itu” pada Kekey padahal dia tahu Kekey adalah
orang yang penting dalam hidupnya? Memang, disebutkan alasannya, tapi kok saya
kurang bisa menerima. L
Meski begitu,
secara keseluruhan saya sangat menyukai novel ini karena beda dari novel teenlit
lainnya yang pernah saya baca. ^^
QUOTES
Sekeras apa
pun dicari, walau di depan mata, nggak akan ketemu kalau memang bukan kehendak
Tuhan. Sekecil apa pun, walau di tempat terpencil, bakal terlihat kalau memang
kehendak Tuhan. (hal. 238)
Lo punya
kendali penuh atas diri lo sendiri. Lo bisa milih, mau hancur atau bangkit.
(hal. 257)
RATING
Cover: 3.5/5
Tema: 4/5
Karakter
tokoh: 4/5
Gaya bahasa:
4/5
Plot: 4/5
Overall: 4/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar