Selasa, 09 Mei 2017

[Review] Everything, Everything



Judul Buku: Everything, Everything
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penerbit: Spring
Jumlah halaman: 336 halaman
Cetakan pertama, 2016


BLURB

Penyakitku langka, dan terkenal.

Pada dasarnya, aku alergi terhadap seluruh dunia. Aku tidak bisa meninggalkan rumahku, dan belum pernah keluar dari rumah selama tujub belas tahun. Orang yang aku temui hanyalah ibuku dan Carla, perawatku.

Tapi suatu hari, sebuah truk pindahan tiba di rumah sebelah. Aku melongok keluar dari jendela dan aku melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia memergokuku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly.

Mungkin kita tidak bisa memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal. Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya akan menjadi bencana.


CUPLIKAN KISAH

Everything, Everything, menceritakan seorang gadis 17 tahun bernama Madeline Whittier atau Maddy yang menderita penyakit langka—SCID atau Severe Combined Immunodeficiency. Bisa dibilang, Maddy alergi pada dunia dan itu membuatnya tidak pernah keluar rumah selama 17 tahun.

Seperti yang disebutkan dalam blurb-nya, hanya ada dua orang yang ditemuinya. Ibunya, yang juga seorang dokter, dan Carla, perawatnya. Awalnya, semua berjalan baik-baik saja sampai akhirnya ia bertemu dengan Olly, anak laki-laki yang menjadi tetangga barunya,

Bagaimana mereka berkenalan?

Seperti yang ada di film-film, jendela kamar mereka berseberangan dan dengan membuat tulisan pada jendela mereka bertukar alamat email. Di sinilah hubungan mereka bermula.

Lambat laun, Maddy ingin mereka bertemu. Bukan hanya sekadar chatting. Melalui bantuan Carla, dan tentunya tanpa sepengetahuan ibu Maddy, pertemuan mereka pun terlaksana. Dan satu hal yang Carla pesan adalah, tidak boleh ada sentuhan.

Cinta selalu membuat manusia menjadi berubah. Begitu pula Maddy. Perubahan sikap Maddy membuat ibunya curiga sampai akhirnya ibu Maddy mengetahui semuanya dan memecat Carla. Ibu Maddy menghadirkan perawat baru yang begitu menyebalkan dan hubungan Maddy-Olly pun merenggang.

Lambat laun, Maddy tidak tahan. Ia nekat keluar rumah dan meminta Olly membawanya ke Hawai. Maddy sudah mempersiapkan segalanya. Tiket pesawat dan penginapan. Agar Olly yakin bahwa ia akan baik-baik saja, ia bercerita tentang pil yang akan membuat tubuhnya sehat saat keluar rumah. Cerita bohong, tentu saja.

Di Hawai, mereka bersenang-senang. Dan bencana pun terjadi. Maddy sakit. Olly panik.

Bagaimana cerita selanjutnya? Silakan baca. :D


REVIEW

Novel ini bisa dibilang novel ringan. Tetapi saya masih kesulitan membaca buku terjemahan dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikannya. :D

Tapi saya puas.

Kata orang, novel ini biasa saja. Saya? Suka!!

Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Maddy, saya ikut terhanyut dalam ceritanya. Saya dapat membayangkan bagaimana perasaan Maddy saat ada tetangga baru yang menarik untuk diakrabi. Saya dapat membayangkan bagaimana Maddy menantikan email baru dan berbicara langsung pada Olly. Dan ketika akhirnya mereka bertemu, saya dapat membayangkan bagaimana Maddy ingin menyentuh Olly. Pokoknya, semua yang dirasakan Maddy, saya rasakan juga.

Akan tetapi, karena sangat berpusat pada Maddy, saya kurang menyelami perasaan tokoh lain. Ini memang menjadi kekurangan dalam menggunakan POV 1 sudut tertentu, sebenarnya, jadi tidak masalah. Dan karena itulah saya tidak dapat menjelaskan bagaimana karakter tokoh lain.

Untuk konflik sebenarnya tidak begitu pelik, tetapi cukup menegangkan. Dan bukan hanya itu, menjelang akhir saya merasa sangat sedih dengan kenyataan yang sebenarnya. Rasanya seperti hati ini diremas. Serius. Entah saya yang berlebihan membaca buku ini atau bagaimana, tapi rasanya memang seperti itu.


QUOTES

  • Kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita mau. (hal. 74)
  • Perbedaan antara tahu dengan melihat secara langsung sama seperti perbedaan antara mimpi terbang dengan benar-benar terbang. (hal. 82)
  • Waktu berharga. Dan tidak sopan kalau kita membuang-buang waktu orang lain. (hal. 102)
  • Hidup adalah anugrah. Jangan lupa untuk menjalani hidup. (hal. 152)
  • Jadilah gadis yang berani. (hal. 153)
  • Ada beberapa hal yang memang harus kau alami sendiri. (hal. 271)


RATING

Cover: 4.5/5
Tema: 4/5
Karakter tokoh: 3.8/5
Plot: 3.5/5
Gaya bahasa: 3.8/5
Overall: 3.8/5






Tidak ada komentar:

Posting Komentar