Judul Buku: Everything,
Everything
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien
Kusumawardani
Penerbit: Spring
Jumlah halaman: 336
halaman
Cetakan pertama, 2016
BLURB
Penyakitku langka, dan
terkenal.
Pada dasarnya, aku alergi
terhadap seluruh dunia. Aku tidak bisa meninggalkan rumahku, dan belum pernah
keluar dari rumah selama tujub belas tahun. Orang yang aku temui hanyalah ibuku
dan Carla, perawatku.
Tapi suatu hari, sebuah
truk pindahan tiba di rumah sebelah. Aku melongok keluar dari jendela dan aku
melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia
memergokuku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly.
Mungkin kita tidak bisa
memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal.
Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya
akan menjadi bencana.
CUPLIKAN KISAH
Everything, Everything,
menceritakan seorang gadis 17 tahun bernama Madeline Whittier atau Maddy yang
menderita penyakit langka—SCID atau Severe Combined Immunodeficiency. Bisa
dibilang, Maddy alergi pada dunia dan itu membuatnya tidak pernah keluar rumah
selama 17 tahun.
Seperti yang disebutkan
dalam blurb-nya, hanya ada dua orang yang ditemuinya. Ibunya, yang juga seorang
dokter, dan Carla, perawatnya. Awalnya, semua berjalan baik-baik saja sampai
akhirnya ia bertemu dengan Olly, anak laki-laki yang menjadi tetangga barunya,
Bagaimana mereka
berkenalan?
Seperti yang ada di
film-film, jendela kamar mereka berseberangan dan dengan membuat tulisan pada
jendela mereka bertukar alamat email. Di sinilah hubungan mereka bermula.
Lambat laun, Maddy ingin
mereka bertemu. Bukan hanya sekadar chatting. Melalui bantuan Carla, dan
tentunya tanpa sepengetahuan ibu Maddy, pertemuan mereka pun terlaksana. Dan satu
hal yang Carla pesan adalah, tidak boleh ada sentuhan.
Cinta selalu membuat
manusia menjadi berubah. Begitu pula Maddy. Perubahan sikap Maddy membuat
ibunya curiga sampai akhirnya ibu Maddy mengetahui semuanya dan memecat Carla. Ibu
Maddy menghadirkan perawat baru yang begitu menyebalkan dan hubungan Maddy-Olly
pun merenggang.
Lambat laun, Maddy tidak
tahan. Ia nekat keluar rumah dan meminta Olly membawanya ke Hawai. Maddy sudah
mempersiapkan segalanya. Tiket pesawat dan penginapan. Agar Olly yakin bahwa ia
akan baik-baik saja, ia bercerita tentang pil yang akan membuat tubuhnya sehat
saat keluar rumah. Cerita bohong, tentu saja.
Di Hawai, mereka
bersenang-senang. Dan bencana pun terjadi. Maddy sakit. Olly panik.
Bagaimana cerita
selanjutnya? Silakan baca. :D
REVIEW
Novel ini bisa dibilang
novel ringan. Tetapi saya masih kesulitan membaca buku terjemahan dan
membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikannya. :D
Tapi saya puas.
Kata orang, novel ini
biasa saja. Saya? Suka!!
Dengan menggunakan sudut
pandang orang pertama dari sisi Maddy, saya ikut terhanyut dalam ceritanya. Saya
dapat membayangkan bagaimana perasaan Maddy saat ada tetangga baru yang menarik
untuk diakrabi. Saya dapat membayangkan bagaimana Maddy menantikan email baru
dan berbicara langsung pada Olly. Dan ketika akhirnya mereka bertemu, saya
dapat membayangkan bagaimana Maddy ingin menyentuh Olly. Pokoknya, semua yang
dirasakan Maddy, saya rasakan juga.
Akan tetapi, karena
sangat berpusat pada Maddy, saya kurang menyelami perasaan tokoh lain. Ini memang
menjadi kekurangan dalam menggunakan POV 1 sudut tertentu, sebenarnya, jadi
tidak masalah. Dan karena itulah saya tidak dapat menjelaskan bagaimana
karakter tokoh lain.
Untuk konflik sebenarnya
tidak begitu pelik, tetapi cukup menegangkan. Dan bukan hanya itu, menjelang
akhir saya merasa sangat sedih dengan kenyataan yang sebenarnya. Rasanya seperti
hati ini diremas. Serius. Entah saya yang berlebihan membaca buku ini atau
bagaimana, tapi rasanya memang seperti itu.
QUOTES
- Kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita mau. (hal. 74)
- Perbedaan antara tahu dengan melihat secara langsung sama seperti perbedaan antara mimpi terbang dengan benar-benar terbang. (hal. 82)
- Waktu berharga. Dan tidak sopan kalau kita membuang-buang waktu orang lain. (hal. 102)
- Hidup adalah anugrah. Jangan lupa untuk menjalani hidup. (hal. 152)
- Jadilah gadis yang berani. (hal. 153)
- Ada beberapa hal yang memang harus kau alami sendiri. (hal. 271)
RATING
Cover: 4.5/5
Tema: 4/5
Karakter tokoh: 3.8/5
Plot: 3.5/5
Gaya bahasa: 3.8/5
Overall: 3.8/5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar